Bupati Bima: Jadikan Momentum Idul Fitri Untuk Tetap Bersyukur dan Membangun Daerah

1244
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memberikan sambutaan usai pelaksanaan shalat Idul Firi di halaman Kantor Bupati di Dusun Godo, Kecamatan Woha, Rabu (5/6/2019).

BIMA, Warta NTB – Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah tingkat Kabupaten Bima di pusatkan di halaman Kantor Bupati di Dusun Godo, Kecamatan Woha, Rabu (5/6/2019).

Usai shalat Ied, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam amanatnya mengajak seluruh masyarak dan unsur pemerintahan agar selalu bersyukur atas rahmat dan karunia yang diberikan Allah SWT karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita masih dipertemukan kembali dengan bulan suci ramadhan serta dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, tidak sedikit saudara-saudara kita, keluarga dan kerabat yang pada tahun sebelumnya masih bersama  kita merayakan hari kemenangan, namun pada hari raya idul fitri ini mereka telah tiada dan berpulang keharibaan Ilahi Rabbi.

“Sekali lagi kita patut bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada kita semua dan tetap berdoa semoga di bulan Ramadhan dan Idul Fitri berikunya kita masih diberikan nikmat kesehatan dan umur panjang untuk terus beribadah kepada-Nya,” ucapnya.

Selain itu, Umi Dinda sapaan akrab Bupati juga menyampaikan, rasa syukur karena bulan suci ramadhan 1440 hijriah/2019 masehi di Kabupaten Bima suasananya berlangsung aman, nyaman, tertib dan kondusif. Masyarakat di seluruh pelosok kecamatan dan desa berbondong-bondong  datang ke masjid dan mushala, larut dalam dzikir dan doa serta melaksanakan rutinitas ibadah lainnya dengan khusyu dalam suasana yang nyaman dan damai.

Di sisi lain, lanjut Dinda,  aparatur pemerintah daerah juga dapat menjalankan tugas dan kewajiban serta pelayananya kepada masyarakat dengan baik, meski dalam keadaan berpuasa. Agenda-agenda Pemerintahan, Pembangunan dan Sosial kemasyarakatan juga tetap berjalan sebagaimana mestinya, termasuk kegiatan safari Ramadhan dan silaturahmi Pemerintah Kabupaten Bima bersama masyarakat di seluruh pelosok kecamatan dan desa.

“Semua itu terlaksana berkat jalinan kerja sama, kekompakan dan adanya rasa persaudaraan yang tinggi di antara kita semua dalam mengisi bulan suci ramadhan. Semangat kebersamaan dan jalinan silaturahmi di antara kita tidak boleh terputus sedikitpun dan kita tidak boleh memutuskan tali silaturahim,” ungkapnya.

Pada momen hari raya idul fitri tersebut, Umi Dinda mengajak semua masyarakat dan unsur yang hadir untuk membuka lembaran baru, baik dalam konteks pengabdian kepada agama, bangsa dan negara serta momentum untuk mebangun daerah dalam bentuk ukhuwah antara sesama.

Suasana shalat Ied tingkat kabupaten Bima di halaman Kantor Bupati di Dusun Godo, Kecamatan Woha, Rabu (5/6/2019).

Saling memaafkan dan meningkatkan silaturahmi merupakan titik awal yang baik bagi perjalanan hidup kita. Oleh karena itu, Bupati berharap agar tradisi positif saling berkunjung dan bersilaturahmi antara keluarga dan sesama tetap dilaksanakan setelah shalat idul fitri

“Saya mengajak seluruh warga Kabupaten Bima di momentum hari yang fitri ini untuk tetap bersyukur dan terus bergandeng tangan, merapatkan barisan untuk mensukseskan dan melanjutkan berbagai agenda dan program pembangunan daerah untuk kemajuan bersama,” ajak Bupati.

Sementara Wakil Ketua MUI Kabupaten Bima Ustadz  Drs. H. Suaidin, M.Pd selaku khatib shalat idul fitri mengakatan, momentum idhul fitri merupakan ajang untuk bersilaturahmi, dimana silaturahmi merupakan kunci untuk mempererat tali persaudaraan antara kita sebagai warga negara, maka dari itu dengan kondisi kita yang fitrah, masyarakat diajak untuk menyatukan hati, niat dan ikhtiar serta tekad untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bima yang lebih maju, aman, mandiri, adil dan sejahtera.

“Mari kita laksanakan tugas dan fungsi masing-masing dengan baik, dengan cara yang santun dan menghadirkan etika yang berbudaya, sehingga negeri junjungan menjadi daerah yang maju, selaras dengan visi pemerintah kabupaten Bima yakni Terwujudnya Kabupaten Bima Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia,” katanya.

Ustadz Suaidin melanjutkan, momentum Idhul Fitri adalah  momen besar bagi umat islam di seluruh dunia, hari yang dianggap suci dan merupakan satu dari dua hari raya bagi umat islam yang menandai berakhirnya bulan suci ramadhan dan menjadi perayaan untuk kembali berbuka setelah satu bulan menjalankan puasa.

“Tak terkecuali di tanah air kita tercinta Indonesia. Umat islam di Indonesia selalu menantikan momen Idul Fitri sebagai sebuah tradisi tahunan yang mendarah daging. Oleh karena itu, Jadikan hari raya Idul Fitri sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Kenali diri sendiri, terutama kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Pahami, kita tak akan luput dari kesalahan, tetapi dapat menjadikan kesalahan tersebut pengingat agar kita tidak mengulanginya.ungkapnya,” ujarnya.

Nampak hadir Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Bima, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kapolres dan Wakapolres Bima Kabupaten, Sekda Kabupaten Bima, Para Assisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Kakandepag Kabupaten Bima, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bima, Kepala Baznas Kabupaten Bima, Camat Beserta Unsur Muspika Kecamatan, Para Alim Ulama dan segenap masyarakat kabupaten Bima.

Momentum tersebut juga ditandai dengan penerimaan dan penyaluran zakat fitrah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bima tahun 2019 yang diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Bima dengan totol Rp 56,8 juta. (WR-Man)