Gubernur NTB Ajak Ponpes Al Madinah Bima Kibarkan dan Hormati Bendera Merah Putih

1448
Pada saat itu, TGB menemukan tiang bendera yang terpasang di halaman Ponpes tanpa tali dan bendera. Hal itu menunjukkan bahwa Ponpes tersebut selama ini belum mengibarkan bendera merah putih seperti layaknya lembaga pendidikan lain.

Bima, Wartantb.com – Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengajak pengurus dan para santri pada pondok pesantren Al Madinah Desa Bolo, Kecamatan Bolo, Kabupatem Bima, untuk  mengibarkan bendera merah dan menghormati bendera tersebut.

Menurut TGB, bendera merupakan simbol  dari perjuangan para ulama kita. Mereka dulu   berjuang bersama-sama, membentuk laskar laskar untuk mengusir penjajah. Inilah simbol istiklal merdekanya kita, yakni kembali ke fitrah,  kembali kepada kebaikan dan kembali kepada kebenaran, tegasnya.

Gubernur menyampaikan himbauan itu langsung kepada Pendiri Ponpes Al Madinah, Ustadz Jabir dan Para pendidiknya, sesaat setelah melakukan peninjauan ruang kelas dan lingkungan asrama santri di Ponpes tersebut, Minggu (9/7-2017). Pada saat itu, TGB menemukan tiang bendera yang terpasang di halaman Ponpes tanpa tali dan bendera. Hal itu menunjukkan bahwa Ponpes tersebut selama ini belum mengibarkan bendera merah putih seperti layaknya lembaga pendidikan lain.

Menyaksikan kondisi itu, TGB langsung meminta bendera kepada Ustadz Jabir   untuk dikibarkan bersama, seraya menegaskan bahwa menghormati bendera merah putih bukan berarti kita mengkultus, apalagi menyembahnya. “Ini simbol dari perjuangan para ulama pendahulu kita. Tidak ada sama sekali maksud untuk disembah, tauhid kita tetap kuat,” tegasnya.

Seperti Rasulullah SAW, yang mengajak kita untuk menghormati simbol-simbol yang baik dan mengingat hal-hal yang baik, kata TGB, demikian pula ketika kita lihat bendera ini, insya Allah tidak ada yang lain kita ingat selain perjuangan dan pengorbanan.

Dengan cara demikian, ujar TGB,  kita semua akan terdorong untuk mengikuti semangat perjuangan tersebut. Hal itu dijelaskannya, agar tidak ada lagi pikiran berat atau apapun namanya yang mengganjal di dalam hati, ujarnya.

TGB juga menguraikan bahwa dulu Bung Tomo dalam perjuangan memimpin perang di Surabaya melawan kaum penjajah, satu satunya  kalimat yang beliau teriakkan adalah Alahuakbar.

Jadi mengibarkan bendera dimaksudkan untuk menghormati jasa para pejuang untuk kebaikan. Sebagaimana  Agama juga mengajarkan kepada umat manusia untuk senantiasa menghormati kebaikan. Dan kebaikan itu berasal dari perjuangan para ulama terdahulu, pungkasnya. [WR/Hum]