Satgas TMMD Kodim 1608/Bima Lakukan Penyuluhan Penghijauan Lahan dan Hutan

286
Kegiatan penyuluhan penghijauan lahan dan hutan yang dilaksanakan Satgas TMMD di Poskotis TMMD di Desa Nontotera, Jumat (12/3/2021).

BIMA, Warta NTB – Selain melakukan program pembangunan fisik, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1608/Bima juga melakukan kegiatan non fisik berupa kegiatan penyuluhan bagi masyarakat di lokasi sasaran TMMD dan sekitarnya.

Seperti kegiatan penyuluhan penghijauan lahan dan hutan yang dilaksanakan Satgas TMMD di Poskotis TMMD di Desa Nontotera, Jumat (12/3/2021). Terlihat hadir dalam acara ini Wadanramil 1608-07/Monta Lettu Inf. Gontang P, Kepala Polhut Monta Alwi, S.Hut, Penyuluh Kehutanan Kabupaten Bima Pantoru, S.Hut dan Penyuluh Pertanahan Suhariman.

Sosialisasi penyuluhan penghijauan lahan dan hutan ini juga melibat perwakilan tokoh masyarakat tujuh desa yang ada di wilayah Monta Selatan. Terlihat hadir Ketua BPD Desa Tolouwi Rosmala Puspitasari, S.Pd, Babinsa Tolouwi Sertu Rifa’id dan usur lainnya seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh wanita.

Pantoru, S.Hut selaku pemateri menyampaikan, untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dan hutan penanaman dan pemeliharaan pohon sangat penting dilakukan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran dan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungan dan alam. Dan masyarakat di sekitar kawasan hutan lebih gemar menanam dan memelihara pohon.

“Dalam rangka mencegah meluasnya lahan kritis baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan mengkampanyekan pelestarian hutan pada masyarakat sekitar kawasan hutan,” katanya.

Terlebih lagi dalam kondisi saat ini tambahnya, gunung sudah banyak yang gundul dibabat dan dijadikan lokasi penanaman jagung dan lainnya, sehingga di Kabupaten Bima dan Dompu sering mengalami bencana alam, baik itu tanah longsor maupun banjir.

“Baru-baru ini kita sering lihat dan mendengar banjir dan tanah longsor kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu, itu semua adalah dampak dari pembabatan liar dan gundul hutan sehingga secara ekonomis merugikan kita semua,” terangnya.

“Maka hal objektif yang harus kita lakukan adalah dengan cara menanam kembali pohon untuk kita pelihara semacam pohon jambu mente atau pohon mahoni dan beberapa pohon produktif lainnya,” tambahnya.

Usai penyuluhan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon di sekitar lokasi TMMD yang dilakukan secara bersama oleh Satgas TMMD, Polhut dan juga peserta yang menghadiri acara penyuluhan.

Wadanramil 1608-07/Monta Lettu Gontang yang ditemui wartawan di lokasi penghijauan mengatakan, penghijauan dan penanaman pohon di sekitar lokasi TMMD dilakukan sebagai percontohan bagi masyarakat agar lebih mencintai dan bisa merawat lingkungan sekitar.

“Penanaman pohon ini juga dilakukan untuk mendukung program pemerintah melalui TMMD ke-110 TA 2021 dalam gerakan penghijauan,” ungkap Gontang.

Oleh karena itu Lettu Gontang mengajak masyarakat untuk bekerjasama dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar khususnya hutan yang ada di wilayah Monta Selatan yang akhir-akhir ini kian memprihatinkan karena banyak yang dialih fungsikan untuk penanaman jagung.

“Kami perlu kerjasama semua pihak untuk mengawasi dan merawat hutan dan lingkungan, serta bibit pohon yang sudah ditanam agar dapat dijaga dan dirawat sehingga tumbuh dengan baik,” ajaknya.

Sebagaimana disampaikan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal sebelumnya, kegiatan TMMD ke-110 Kodim 1608/Bima difokuskan di tiga desa di Kecamatan Monta, yakni Desa Nontotera, Tolouwi dan Waro. Selain melaksanakan kegiatan pembangunan fisik TMMD juga melaksanakan kegiatan non fisik berupa kegiatan penyuluhan. (WR-Fad)