Pimpin Rakor Terbatas, Bupati Minta Jajaran Fokus Tangani Bencana dan Pelayanan Kesehatan

416
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pimpin rapat koordinasi terbatas di ruang rapat utama bupati, Rabu (10/2/2021).

BIMA, Warta NTB – Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, S, memimpin rapat koordinasi terbatas dengan seluruh Kepala OPD, Staf Ahli, Asisten, Kabag Lingkup Setda dan para Camat di ruang rapat utama bupati, Rabu (10/2/2021).

Berbagai persoalan mengemuka dan menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah. Terutama menghadapi musibah banjir, tanah longsor dan juga ketersediaan pupuk bagi para petani.

Rakor terbatas tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bima, Drs H. Dahlan M. Noer dan Sekretaris Daerah Drs. H Taufik HAK, M.Si.

Dalam rakor tersebut Bupati menyampaikan awal tahun 2021 kita lebih fokus menghadapi bencana. Seperti banjir yang tidak pernah ditemui oleh masyarakat di tahun-tahun sebelumnya pada wilayah tertentu,

“Saya harap, Pak Sekda dapat membantu para Camat yang disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Bupati.

Untuk memudahkan penanganan bencana, Bupati meminta agar komunikasi antar Muspika dengan Muspida dapat terus ditingkatkan.

Misalnya, terjadi intensitas curah hujan yang cukup tinggi Desa Wawo atau Wera. Hal itu dapat segera dikomunikasikan, sehingga ada waktu untuk siaga menghadapi ketika akan terjadi bencana.

Kemudian kata Bupati, kepada Kalak BPBD dan Dinas Sosial agar dapat memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan kedaruratan lainnya.

‘’Semua harus sigap menghadapi bencana. Tidak ada lagi pertanyaan kebutuhan apa saja yang harus disiapkan,” kata Bupati.

Ketika ada bencana, masyarakat menginginkan Pemerintah harus hadir di tengah-tengah mereka. Harus ada yang diserahkan, bukan pada besar atau sedikitnya bantuan yang diberikan.

Untuk pelayanan Kesehatan, Bupati meminta Puskesmas dan pelayanan Posyandu di aktifkan. Pelayanan masyarakat secara gratis di masing-masing desa di setiap Kecamatan itu sangat dibutuhkan.

Intensitas hujan disertai banjir bisa menyebabkan penyakit. Dan berakibat menurunnya imun kesehatan masyarakat. ‘’Karena itu,  kegiatan pelayanan kesehatan perlu diaktifkan,’’ pesannya. (WR-Al)