Agar Tak Timbulkan Salah Paham Soal Ustadz Somad, Sekjen Laskar Bali Buat Klarifikasi

2167
Menurut Ismaya, Ini Poster yang mereka bawa paginya sebelum Ustadz datang.

BALI, Warta NTB — Beragam kabar berita terkait penolakan kehadiran Ustadz Abdul Somad di Bali untuk berdakwah menjadi pembicaraan hangat warganet akhir-akhir ini.

Ketut Ismaya, Sekjen Ormas Laskar Bali, salah satu ormas yang mendemo kehadiran Ustadz Somad memeberikan klarifikasi kejadian sebenarnya.

Klarifikasi terbuka dilakukan melalui akun facebook Ketut Ismaya tersebut dilakukan pada Minggu (10/12/2017) siang. Tujuannya tak lain, agar tak menimbulkan simpang siur informasi.

Berikut tulis Ismaya:

Salam NKRI …!!! Saya ingin memperjelas masalah Ustad Somad agar semua tidak salah paham dan simpang siur berita yg di buat semakin panas oleh orang orang yg ingin menghancurkan NKRI dengan mengatas namakan AGAMA.

Saya Agama Hindu dan mertua saya Muslim dan kakek buyut istri saya seorang KYAI HJ jadi sy sangat menghormati Agama Istri saya juga agama lainya yg ada di Indonesia.

Kejadian kemarin di HOTEL ASTON saya kesana bukan untuk Sweeping tapi mencari USTADZ SOMAD untuk ikut berdialog serta menanyakan apa maksud Pak Ustadz tidak mau mencium BENDERA MERAH PUTIH. Karna tidak ketemu saya keliling jadinya mencari sambil berteriak orang yang tidak NKRI usir dari BALI, kami tidak mau diadu domba, oleh USTADZ yang Kotbahnya mengacu ke Radikaliseme.

Dan perlu saya pertegas kami tidak ada yg membawa senjata tajam seperti gambar yang viral di medsos. Yang dibawa anggota saya adalah Tongkat Komando saya berkepala SEMAR.

Dan yang menolak ada juga dari NU , Banser malah mengatakan sama saya harus di usir dari Bali. Jadi bukan umat Hindu saja. Muslim juga ada yang dari Jawa juga ada mengatakan menolak dan mengusir Ustadznya, cuman sy tidak mau terpropokasi sebelum ketemu dan mendengar sendiri dari Ustadzny.

Setelah saya dipertemukan dengan Ustadz Somad dan beliau mengatakan NKRI serta mau mencium BENDERA MERAH PUTIH, saya terharu dan bangga dan penyampaian saya pada saat itu di salah satu ruangan Hotel Aston dengan saksi saksi :
1. Bapak Kapolresta Denpasar dengan jajarannya.
2. Bapak Dandim Badung dengan jajarannya.
3. Ustad Somad dengan Panitia Penyelenggara.
4. Ormas saya LASKAR BALI & perwakilan.
5. Muslim juga ada NU Banser yg menolak
6. Aliansi Peduli Bali tergabung ormas lainnya.

Pak Ustad kami bukan benci Agama Islam, yang kami dengar Ustadz bukan NKRI dengan tidak mau mencium bendera merah putih dan dakwah Ustadz memecah belah NKRI, karna itu sy datang kesini… dan kalau Ustadz sudah NKRI saya yg menjamin Ustadz bisa berdakwah dan aman di Bali, kalau ada yg berani menggangu Ustadz biar saya yg di hadapi. Karna kami umat hindu di Bali jumlahnya sedikit, makanya dengan adanya umat agama lain di bali kami sangat senang karna keluarga kami bertambah jadi kami meminta pada Ustadz jaga kami satukan kami jangan dipecah belah. Itu penyampaian saya saat itu dan apa yg saya katakan bisa saya pertanggung jawabkan kepada hukum dan Tuhan sy apabila sy mengada-ada cerita ini .

Setelah itu sy dengan Ustadz berpelukan Ustadz baru paham kenapa Bali marah, jadi mohon saudara kami umat muslim tidak ada maksud sy untuk mengusir tamu yg datang ke Bali apa lg beliau seorang Ustadz…

Demikian yang dapat saya sampaikan dan mohon maaf kepada Umat Muslim kalau ada saya salah dan penyampaian saya salah karna sy manusia biasa tidak sempurna tapi hati dan niat sy mulia ingin menjaga NKRI dan BALI. Tidak ada niat untuk melecehkan Agama lain apalagi MUSLIM Agama terbesar dan terhebat di Indonesia.

Kalau sy pencitraan Tuhan saya Ida Shang Hyang Widhi Wasa akan tau itu dan pastinya saya akan di hukum oleh beliau.

Jadi mulai hari ini saya minta jangan ada yg saling menghujat dan menghina, kita rakyat Indonesia Harus bersatu… begitu juga bagi keluarga besar saya LASKAR BALI dan nyaman tiang semeton Bali.
Salam hormat kami sekeluarga…

Terima kasih.

Ttd,

Ketut Ismaya
Sekjen LB.