Pandangan Ketua FKUB Bali Terkait Usaha Penolakan Kehadiran Ustadz Abdul Somad di Bali

1780
Foto: Dok. FKUB Bali

BALI, Warta NTB — Peristiwa upaya penolakan kehadiran Ustadz Abdul Somad di Bali oleh sejumlah Ormas beberpa waktu yang lalu meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup serius. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Minggu (10/12/2017)mengeluarkan pandangan resmi sebagai berikut:

Assalamu’alaikum wr.wb.
Salom.
Salam sejahtera.
Namo Bhudaya.
Wei De Dong Thian
OM Swastiastu, OM Awignamastu.

Kepada saudara-saudaraku semua tercinta di seluruh Bali dan di seluruh Tanah Air Indonesia.

Salam Kerukunan dan persaudaraan dari Bumi Finlandia, karena kebetulan saya dan rombongan masih berada di Finlandia. Semoga semua saudaraku sehat dan bahagia.

Mengamati terjadinya kekisruhan yang terjadi di Bali pada Jumat, 8 Desember 2017. Saya dari Finlandia menghubungi beberapa pihak di Bali, termasuk saudara saya Bapak H. Abdul Azis yang Ketua PW. NU Bali.

Setelah saya mempelajari berbagai informasi yang saya dapatkan, bersama ini Saya sebagai Ketua FKUB Bali, dan sebagai Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia menyampaikan pandangan saya sebagai berikut :

  1. Bahwa telah terjadi beberapa miskomunikasi dan kesalah pahaman sehingga terjadi usaha penolakan terhadap Ustad Abdul Somad yang datang untuk berceramah ke Bali.
  2. Bahwa sebagai manusia, mari kita maklumi bersama bahwa dalam hidup dan kehidupan kita akan sering terjadi adanya miskomunikasi dan kesalahpahaman, bahkan diantara orang orang baik dan yang bertujuan baik sekalipun bisa terjadi saling salah paham. Hal itu adalah sebuah hal yang biasa dan wajar sekali sekali terjadi sebagai umat manusia.
  3. Bahwa yang terpenting sebagai umat beragama , dalam kehidupan kita bermasyarakat , berbangsa dan bernegara adalah semua pihak ternyata bertujuan baik, bersama sama ingin menegakkan dan memelihara NKRI dengan ke empat Konsensus Dasar Bernegara kita.
  4. Bahwa setelah saya amati, dan mempelajari berbagai informasi, ternyata Ustad Abdul Somad adalah seorang Mubalig yang tentunya adalah Umat Islam sejati yang sekaligus adalah warganegara Indonesia yang baik yang setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila – Bhineka Tunggal Ika. Hal ini telah dibuktikan Oleh Ustad Abdul Somad sendiri ketika menghadapi kesalahpahaman yang terjadi di Bali.
  5. Bahwa setelah terjadinya dialog , musyawarah di Hotel Aston di Denpasar, kesalahpahamanpun sudah diselesaikan dengan baik , Acara Ceramah Ustad Abdul Somad dibeberapa tempat sudah berjalan dengan baik.
  6. Harus kita sadari dan maklumi bersama bahwa tidaklah mungkin mengharap agar semua orang akan selalu mampu bersikap bijaksana, terutama didalam menghadapi kesalahpahamam yang berujung kekisruhan. Oleh karena itu, sebagai umat beragama dan sebagai saudara sesama anak bangsa Indonesia mari kesalahpahaman dan kekisruhan yang sudah selesai dengan baik, tidak lagi diperpanjang, atau diungkit ungkit lagi masalahnya. Tetapi hanya diikuti oleh sikap saling memahami dan saling memaafkan segala miskomunikasi, kesalahpahaman dan sikap sikap kurang bijaksana yang terjadi. Karena sekali lagi, semua pihak ternyata bertujuan baik bagi kita semua.
  7. Marilah kita sebagai umat beragama yang bersaudara sebagai umat manusia, dan sebagai anak anak bangsa untuk selalu mengedepankan semangat dan jiwa ” MENYAMA BRAYA” yaitu semangat dan jiwa persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan. Karena hanya dengan persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan kita akan mampu membangun NKRI menjadi jauh lebih baik, kita akan mampu memelihara, selalu menegakkan dan melanggengkan NKRI yang sangat kita cintai.
  8. Kita sebagai umat manusia, kedepannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pasti akan sering menemukan dan menghadapi masalah. Marilah kita bertekad untuk menyelesaikan setiap permasalahan diantara kita dengan MUSYAWARAH, atas dasar semangat dan jiwa kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan. Kita harus yakin bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak akan selesai dengan baik kalau diselesaikan dengan MUSYAWARAH. Jauhkan cara cara main hakim sendiri, menghakimi saudara saudara kita yang lain. Jauhkan dan hindarkan cara cara kekerasan ataupun anarkhi. Karena hanya dengan BERSAMA DAN BERSATU KITA BISA.

Semoga pandangan saya ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Seandainya ada yang salah, saya mohon untuk dimaafkan.

Semoga semua pikiran yang baik datang dari segala penjuru.

Wassalamu’alaikum wr.wb.
Salom.
Salam Sejahtera.
Sadhu Sadhu Sadhu.
Shan Jai.
OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Hormat saya,
Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.