Bertemu Ustadz Somad, Sekjen Laskar Bali Bawa Tongkat Komando, Bukan Sajam

1808
Ismaya memastikan bahwa tongkat yang dibawanya itu, tidak ada didalamnya senjata tajam saat dihunus atau dibuka. Dalam perkembangannya, kemudian muncul isu-isu yang tidak benar dan merugikan dirinya di mana dia dikatakan membawa senjata tajam saat masuk hotel.

DENPASAR, Warta NTB — Berbagai pemberitaan yang dinilai merugikan seperti adanya senjata tajam dan upaya menyerang ustaz Abdul Somad saat berada di Bali dibantah keras oleh Sekjen DPP Laskar Bali Ketut Ismaya.

“Yang saya bawa itu tongkat komando, lihat tidak ada bawa pedang, silakan cek sendiri,” ujar Ismaya sembari menyodorkan tongkat komando kepada awak media di Denpasar, Senin (12/11/2017).

Seperti diberitakan kabarnusa.com, Ismaya menjelaskan, tongkat kecil itu memang selalu dibawanya termasuk saat bertemu ustaz Abdul Somad (UAS) di Hotel Aston Denpasar.

Hanya saja, saat itu, terburu-buru pergi ketika berada di Kuta kemudian diminta datang untuk menemui UAS di Denpasar sehingga dia lupa membawa. Oleh salah seorang anak buahnya, tongkat komando itu kemudian diserahkan ke Ismaya saat bertemu di hotel.

Sebagai komandan salah satu ormas terbesar di Bali, secara terbuka Ismaya menjelaskan memang tongkat itu miliknya sebagaimana terlihat dalam tayangan video di televisi saat terjadi insiden di hotel tersebut.

Hanya saja, dia memastikan bahwa tongkat yang dibawanya itu, tidak ada didalamnya senjata tajam saat dihunus atau dibuka. Dalam perkembangannya, kemudian muncul isu-isu yang tidak benar dan merugikan dirinya di mana dia dikatakan membawa senjata tajam saat masuk hotel.

“Silakan cek, jangan sampai jadi isu-isu tidak benar, provokator lagi, bisa jadi masalah lagi,” tandasnya. (rhm/wr-01)