Dakwah di Jambi, TGB & UAS Naik Perahu

994
Lebih lanjut TGB menyampaikan muslim harus tetap kompak. Islam harus bersatu, harus kuat dan punya keyakinan besar bahwa kita bisa bersatu untuk melawan kemungkaran melawan ketidakadilan di negeri ini.

JAMBI, Warta NTB — Sukses memberikan tausiyah di Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu, Rabu (28/2/2018) kemarin,  Hari ini, Kamis, 1 Maret Gubernur NTB yang akrab disapa TGB. HM. Zainul Majdi beranjak ke Provinsi Jambi.

Dalam kunjungan ke daerah manapun, Gubernur visioner ini sangat dikenali dan selalu disambut antusias oleh masyarakat. Baliho dan spanduk terpampang di setiap sudut daerah di mana TGB diundang oleh masyarakat. Hal yang sama juga terjadi di Provinsi  Jambi. Gubernur peraih ratusan penghargaan tersebut disambut antusias ribuan masyarakat yang menunggunya.

Tiba di Provinsi Jadi, TGB disambut langsung Gubernur Jambi, Zumi Zola dan langsung menuju ruang transit VIP bendara. Di ruang tersebut TGB ditunggu Ustadz Abdul Somad. Tidak lama rombongan TGB dan Ustadz Abdul Somad bergerak menuju ke kediaman Ketua DPR Kota Jambi H. Mohamad Nasir. SE, untuk sarapan pagi.

Setelah itu dilanjutkan ke acara tabligh akbar yang bertempat di Masjid Al Ihsaniyah di Kampung Olak Kemang, Kel. Seberang Kota Jambi. TGB dan Ustadz Abdul Somad bahkan menaiki perahu untuk sampai pada lokasi tersebut. Beberapa perahu lain terlihat mengawal kehadiran dua ulama Almuni Al-Azhar tersebut. Ribuan jama’ah menyambutnya dengan penuh antusias.

Ketua DPRD Kota Jambi yg sekaligus ketua panitia dalam sambutanya menyampaikan puji syukur atas kedatangan Abdul Somad dan TGB. Dalam laporanya menyampaiakan rencana tablik akbar ini sudah direncanakan sejak tahun 2017 bersama para santri dan pelajar se-Kota Jambi.

Mengawali tabligh akbar, TGB menyampaikan pentingnya rasa percaya diri. Seorang muslim kata TGB harus optimis dalam keadaan apapun, sebab jika keyakinan kita sudah kuat apa yang akan kita cita-citakan insya Allah akan dibantu Allah SWT. TGB juga sampaikan bahwa Ustadz Abdul Somad merupakan adik kelasnya waktu di Kairo Mesir.

“Jadi sesama penceramah tugas kita adalah menempuh jalan sebagai pemersatu umat. Jalur dimana kita bisa menempuh jalan kebaikan,” ungkap TGB.

Lebih lanjut TGB menyampaikan muslim harus tetap kompak. Islam harus bersatu, harus kuat dan punya keyakinan besar bahwa kita bisa bersatu untuk melawan kemungkaran melawan ketidak adilan di negeri ini. Tetap kompak tetap bersatu untuk membela agama Allah.

Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya memuji Gubernur NTB. Selain pemimpin lanjutnya, TGB juga seorang ulama besar, doktor Al-Azhar, Hafizd Al-Quran, Ahli tafsir dan punya kekuasaan. Kepada jama’ah, UAS mencontohkan kalau ditanya mau jadi gubernur atau ustadz?

Maka jawabanya adalah jadilah ustadz yang bisa jadi gubernur atau gubernur yang bisa jadi ustadz. Apa bedanya somad dengan TGB. TGB katanya, ceramah tetap ada kekuatan karena bisa merealisasikan prencanaan pembangunan, punya tanda tangan yang menentukan kebijakan.

“Sedangkan Somad hanya bisa ceramah di masjid-masjid. Habis itu pulang, ngga ada kekuatan,” ungkapnya.

Dalam tausyiahnya, UAS mengajak ribuan masyarakat yang hadir kepada tiga hal penting dan perlu kita jalani. Yaitu pertama, para orang tua disarankan untuk memasukkan anak-anak mereka ke pesantren agar menjadi generasi penerus yang tau agama, kuat iman dan berahlakul karimah.

Kedua, UAS menyarankan masyarakat mencari pemimpin yang mencintai Islam, mencintai rakyat dan berjuanguntuk Islam. “Ketika bersama-sama kita berjuang membangkitkan ekonomi umat,” tegasnya.

Usai tablik akbar rombongan TGB dan UAS berkunjung ke Kantor Gubernur Jambi. Di tempat tersebut TGB dan UAS berpisah. Gubernur TGB menuju UIN Sultan Thaha Saiffudin Jambi untuk mengisi kuliah umum. [WR/H]