Sekjen Laskar Bali: Kami Memohon Maaf Kepada Ustaz Abdul Somad dan Umat Islam, Bukalah Pintu Maaf

3010
"Kami memohon maaf kepada Ustaz Abdul Somad dan Umat Islam, bukalah pintu maaf kepada kami, menerima apa yang telah perbuat tidak baik bagi Pak Ustaz, mohon dimaknai sebagai pahala untuk mencapai kesempurnaan yang lebih bagus, semoga Ridho Allah menyertai Pak Ustaz," tutur Ismaya.

DENPASAR – DPP Laskar Bali menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam atas terjadinya insiden terhadap Ustaz Abdul Somad saat melakukan safari dakwah di Pulau Dewata.

Sebagaimana diwartakan oleh kabarnusa.com, permintaan maaf itu disampaikan langsung Sekjen DPP Laskar Bali Ketut Ismaya kepada awak media, menyusul insiden penolakan sejumlah ormas terhadap Ustaz Somad.

Ismaya menegaskan, kehadirannya di Hotel Aston Denpasar tempat ustaz Abdul Somad (UAS) menginap 8 Desember 2017, sejatinya ingin bertemu, meminta klarifikasi.

Dia meminta, penjelasan perihal informasi yang didapatkan bahwa ustaz kondang itu, tidak cinta NKRI bahkan menolak mencium bendera merah putih.

Dia tidak pernah melakukan pelarangan ataupun intimidasi terhadap ustaz asal Riau, kecuali hanya ingin meminta penjelasan langsung perihal kabar yang diterima baik lewat medsos maupun beberapa pihak yang menginformasikan kepadanya bahwa UAS tidak mendukung NKRI.

Namun setelah panitia menginformasikan kepadanya bahwa UAS cinta NKRI demikian juga informasi dari kepolisian, sehingga ia bersama anggota Lakar Bali (LB) lainnya usai menyampaikan sikap di Lapangan Renon, pulang dengan tertib.

“Setelah aparat keamanan menyampaikan itu, bahwa ustaz membela NKRI, saya minta teman-teman bubar, kalau sudah NKRI pantang kami ganggu, harus didukung seperti dalam spanduk yang kami pasang mendukung UAS,” tandasnya, Senin (11/12/2017).

Jika UAS benar-bener membela NKRI, maka pihaknya akan mendukung, tidak ada provokasi atau menolak, sebaliknya jika UAS tidak NKRI maka bersama masyarakat Bali lainnya, akan menolak kehadiran UAS.

Hanya saja, setelah dalam perkembangannya isu penolakan UAS di Bali kian bergulir keras dan memicu reaksi masyarakat, sehingga Ismaya memandang penting menyampaikan klarifikasi, penjelasan seputar kehadirannya saat ustaz Somad datang ke Bali.

“Saya minta tolong bantu kami, jangan ikut provokasi, bantulah ciptakan suasana tenang,kepada masyarakat Indonesia mohon dibukakan pintu hatinya untuk melihat kebenaran, apakah saya dan LB salah atau tidak mohon didoakan malam ini dengan zikir, untuk mencari kebenaran atas apa yang diucapkan,” tandasnya didampingi sejumlah pengurus DPP LB Lainnya seperti Gus Iwan dan beberapa Korlap LB seperti dari Kepaon.

“Kami tidak mengada-ada, saya dan keluarga saya jika menyampaikan hal yang tidak tidak benar, siap dihukum apapun kena azab saya siap, karena bagi kami orang Bali khususnya saya pribadi, kejujuran itu yang utama,” tandasnya.

Secara khusus, Ismaya juga meminta maaf kapada UAS atas penyambutan di Bali jika ada hal yang tidak berkenan.

“Kami memohon maaf kepada Ustaz Abdul Somad dan Umat Islam, bukalah pintu maaf kepada kami, menerima apa yang telah perbuat tidak baik bagi Pak Ustaz, mohon dimaknai sebagai pahala untuk mencapai kesempurnaan yang lebih bagus, semoga Ridho Allah menyertai Pak Ustaz,” tutur Ismaya.

Ditegaskan, pada dasarnya, Umat Hindu di Bali, sangat toleran mencintai perdamaian, pengalaman sejarah Perang Puputan Badung, menjadi membekas bagi masyarakat Bali saat mengusir penjajah.

Demi NKRI, masyarakat Bali akan menjaga mempertahankan sampai titik darah penghabisan.

“Kami ingin perdamaian, betul-betul disaksikan Tuhan, kami ingin perdamaian selamanya, tidak hanya di mulut, juga kepada saudara-saudara kami muslim di Riau, seluruh ustaz, ulama di Indonesia, mohon untuk bisa melihat kebenaran ini,” imbuhnya. (rhm/WR01)