Infrastruktur Jalan di Monta Selatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga 7 Desa Kembali Lakukan Demo

808

BIMA, Warta NTB – Gabungan Mahasiswa dan Masyarakat tujuh Desa bagian selatan Kecamatan Monta, Kabupaten Bima kembali melakukan aksi demonstrasi jilid Dua untuk menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Daerah di Cabang Waro, Selasa, (10/5/2022).

Pantauan Warta NTB di lokasi, sekitar pukul 13.00 Wita, kemacetan lalu lintas sepanjang jalan menuju kecamatan Langgudu dan jalan menuju Tente-Tolotangga.

Massa aksi memblokir jalan di satu titik dengan membentangkan Mobil pik up, Saung dan menggunakan batu di turunan jalan wai kancio.

Ratusan personel kepolisian pun sudah bersiaga mengamankan jalannya aksi supaya berlangsung aman dan terkendali.

Para orator mulai meneriakkan tuntutannya terkait sejumlah persoalan yang terjadi di Monta selatan salah satunya infrastruktur jalan raya.

Aksi demo itu juga diwarnai dengan aksi membakar ban hingga asap hitam pekat mengepul di udara.

Koordinator aksi dari Gabungan Mahasiswa dan Masyarakat Monta selatan Menggugat, Masrul mengatakan, aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan rakyat atas kebijakan pemerintah Daerah yang tidak memperhatikan infrastruktur jalan raya di Monta selatan.

Pemerintah daerah sudah beroperasi bertahun-tahun di Monta selatan melalui peningkatan sumber daya alam yang ada namun tidak pernah memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama infrastruktur jalan.

“Kami menuntut dan mendesak kepada pemerintah Daerah agar segera memperhatikan dan memperbaiki infrastruktur jalan raya di Monta Selatan. Pemerintah jangan hanya mengambil keuntungan saja dan mengabaikan hak masyarakat,” teriaknya.

Gabungan Mahasiswa dan Masyarakat Monta selatan mengecam, jika aksi dan tuntutan mereka ini tidak direspon pemerintah maka mereka tetap akan menggelar aksi yang lebih besar dengan menutup semua akses jalan raya di cabang Waro.

Saat ini pemerintah baik pemerintah Daerah maupun Provinsi belum ada yang merespon tuntutan Massa aksi. (RED)