Warga Sarae Blokir Jalan, Dandim Bima Fasilitasi Tuntutan Waga

1050

KOTA BIMA, Wata NTB – Sejumlah warga Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae, Kota Bima, Rabu (2/2/2019) siang melakukan aksi blokir jalan tepatnya di perempatan jalan Anggrek Kota Bima.

Aksi blokir jalan menggunakan batu, kayu dan bambu yang dilakukan oleh sekitar 30 orang warga itu, sebagai bentuk protes terhadap progran bedah rumah pascabanjir 2016 di Kota Bima yang hingga kini belum terealisasi.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Bima agar segera melanjutkan pembangunan dan perbaikan rumah yang rusak dan yang sudah dibongkar pemiliknya sesuai dengan janji BPBD dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Melihat kondisi tersebut, Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf Zunaidi S.Sos langsung turun ke lokasi bersama Kapolsek Rasanae Barat AKP Hatta.

“Kami mencoba melakukan mediasi dengan warga, namun tidak menemukan solusi, mereka tetap pada tuntutannya,” sebut Zunaidi.

Setelah menemui jalan buntu pada mediasi, Danramil bersama Kapolsek Rasanae kemudian mencoba menghubungi Kepala BPBD kota Bima untuk hadir memberikan penjelasan.

Menurutnya, usai pertemuan bersama perwakilan Pemkot Bima dari BPBD dan Kasi Humas Polpp Kota Bima, Faruk di Kantor Camat Rananae, Pemkot Bima melalui Kasi Humas Polpp menyampaikan, mulai besok rumah yang rusak dan sudah dibongkar, pembangunannya akan dilanjutkan kembali.

“Proses pengawasan lanjutan mengenai pembangunan akan diserahkan kepada pemerintah kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas,” jelasnya.

Terpisah Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, usai menerima laporan dari Danramil, Dandin langsung menghubungi Pemkot Bima untuk membantu memberikan solusi.

“Alhamdulillah Pemkot menyetujui permintaan warga dengan mengirim anggota BPBD dan Humas Satpol untuk audiensi dengan warga yang memang sedang menunggu utusan dari Pemkot,” sebut Dandim.

Dandim memberikan apresiasi kepada Pemkot yang segera merespon keluhan warga dan siap memberikan bantuan jika dibutuhkan.

“Kami siap memberikan bantuan sesuai permintaan warga untuk membantu pengawasan pembangunan, bahkan mungkin ikut turun langsung membantu pembangunan,” ujarnya.

Akmil lulusan 99 tersebut berharap agar proses pembangunan berjalan lancar dan tidak ada kendala mengingat musim hujan sudah mulai turun sehingga warga dapat menempati rumah yang telah diperbaiki atau dibangun. (WR)