Wakil Walikota Bima Buka Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Peternakan

372
Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH

KOTA BIMA, Warta NTB – Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH membuka Acara Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Dan Pengelolaan Keuangan Kepada Komunitas Peternak Sapi Dan Ayam Serta Business Matching Permodalan Usaha , Asuransi, dan Investasi Kepada Peternak Sapi dan Ayam di Gedung Seni Budaya Kota Bima, Rabu (31/7/2019).

Hadir dalam acara ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Asisten, Staf Ahli Walikota Bima, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Bima, Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Bima dari berbagai tingkatan, Peternak dan Petani Se Kota Bima.

Acara yang mempertemukan peserta dengan lembaga jasa keuangan terkait akses terhadap kredit usaha rakyat, asuransi usaha ternak sapi, asuransi mikro dan beberapa jenis instrumen investasi ini diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bima bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bima menyampaikan, sangat  mendukung penuh upaya OJK, TPAKD bekerjasama dengan pemerintah Kota Bima dalam mendorong percepatan akses masyarakat khususnya peternak dan petani dibidang keuangan.

“Saya berharap, seluruh stakeholder ikut berkolaborasi baik koperindag, pertanian, peternakan, ekonomi serta seluruh dinas, badan maupun bagian yang berkaitan langsung dengan proses percepatan ini, sehingga tujuan serta program yang telah ditetapkan mampu mencapai target,” ungkap Wakil Walikota.

Menutup sambutan singkatnya Wakil Walikota menjanjikan akan membantu membuka akses pasar bagi peternak maupun petani. “Pemerintah akan mencoba membuka akses pasar, salah satunya kewilayah timur bagi peternak atau petani dikota Bima” tutupnya.

Kepala OJK NTB Farid Faletehan menjelaskan, TPAKD dibentuk guna menggali potensi perekonomian daerah salah satunya yaitu petani atau peternak.

“Jadi kita bekerja sama dengan Pemerintah Kota, termasuk untuk menentukan petani atau peternak mana yang memiliki rekam jejak yang baik, sehingga dapat direkomendasikan untuk mendapatkan kredit,” paparnya.

“Petani atau nelayan memiliki penghasilan yang cukup, namun masih terkendala oleh cara pengelolaan keuangan, baik perencanaan maupun manajemennya, oleh karena itu kami akan melakukan edukasi dan mendekatkan masyarakat kelembaga keuangan,” sambungnya

Kepala OJK menjelaskan, untuk Program Business Matching di NTB pertama kali digelar di Bima, kolaborasi bisnis yang akan semakin memajukan pelaku usaha di Bima.

Sementara Ketua Panitia pelaksana Ruslan SE MM dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok kerja (POKJA) Pertanian, yang merupakan satu dari empat Pokja teknis pada Tim TPAKD Kota Bima. (WR-Jul)