Wagub NTB: Mari Bangkitkan Semangat Menanam Pohon

840
Tema HMPI dan BMN 2016 “Pohon dan Hutan Rakyat Untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Sumber Devisa Negara”

Lotim, Wartantb.com – Kegiatan Peringatan Puncak Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2016 dilaksanakan Kamis, (30/11/16) di Dusun Sembalun Bumbung Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Hadir saat itu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin,SH. M.Si, Dirjen Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kemen LHK, Drs. Rasio Ridho Sani, M. Comel, M.PM, Direktur Konservasi Tanah dan Air Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kemen LHK, Dr.Ir. Muhammad Firman, M. For, Sc. Kepala SKPD dan Stakeholder.

Tema HMPI dan BMN 2016 “Pohon dan Hutan Rakyat Untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Sumber Devisa Negara” dengan artian bahwa saat ini langkah menanam pohon merupakan kebutuhan untuk prasyarat kehidupan yang paling mendasar dengan dukungan sistem dan regulasi. Menanam pohon merupakan bagian dari upaya bersama sehingga secara konkrit dapat menjadi sumberdaya ekonomi ke depannya.

Penanaman pohon tersebut dilakukan mengingat lahan kritis di NTB menjadi masalah yang serius karena berpotensi mengakibatkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. Di Provinsi NTB terdapat lahan kritis seluas 578.645,97 Ha atau sekitar 28,7 % dari daratan NTB yang terdiri atas kondisi Sangat Kritis seluas 23.218,61 Ha, Kritis 154.358,31 Ha dan Agak Kritis seluas 401.069,05 Ha.

Adapun yang menjadi prioritas penanganan adalah pada kelompok kritis dan agak kritis karena pada kelompok Sangat Kritis didominasi oleh wilayah yang secara alami merupakan wilayah kritis dan terletak di cagar alam dan zona inti Taman Nasional yang secara aturan tidak diperkenankan diberikan perlakuan untuk menjaga nilai khas kawasannya dan secara fisik kondisinya curam.

Wagub menyampaikan penanaman pohon yang laksanakan tersebut merupakan salah satu upaya revilatalisasi dan penyelamatan hutan yang ada di NTB dan di Indonesia umumnya.

“Maka, tugas penting bagi seluruh pihak untuk melakukan upaya-upaya, agar bagaimana hutan tidak gundul atau rusak dan bagaimana agar lahan kritis itu dapat termanfaatkan dengan baik,” ungkap orang nomor dua di NTB tersebut.

Oleh karena itu, upaya menanam pohon menjadi penting untuk dilakukan secara bersama. Selain untuk penanganan lahan kritis, kegiatan ini menjadi upaya untuk menjadikan menanam pohon sebagai bagian dari budaya masyarakat. Pemerintah tidak mungkin berbuat sendiri tanpa dukungan masyarakat dan para pihak.

Mari bangkitkan dan jaga semangat menanam pohon untuk menyelamatkan alam, menyelamatkan kehidupan kita. Keberhasilan program penanaman bergantung pada perencanaan, pemilihan jenis (sesuai tempat tumbuh dan keinginan masyarakat), tepat waktu penanaman dan pemeliharaan intensif dan berkelanjutan.

Penanaman secara simbolis : 100 batang yang terdiri dari jenis Nangka, Durian, Manggis, Kemiri, Kelengkeng, Alpukat dan Beringin. Selain itu ada juga penanaman oleh masyarakat di sekitar lokasi pucak acara sebanyak 300 batang dengan jenis tanaman yang sama.

Puncak acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penanaman oleh masyarakat adat Sembalun yang didukung oleh bibit dari persemaian permanen dan bakti social sebanyak 45.840 batang untuk lahan seluas 100 (seratus) hektar.

Sampai dengan minggu kemarin, personil BPDASHL Dodokan Moyosari bersama dengan masyarakat adat secara terus menerus melakukan penanaman di areal 100  tersebut dengan jenis tanaman antara lain : nangka, alpukat dan kemiri sebanyak 7.000 batang. (Hum)