Transaksi Sabu di Tengah Sawah, Seorang ASN Ditangkap Polisi

465

MATARAM, Warta NTB – Dalam upaya pemberantasan Narkoba di Wilayah hukumnya, Tim Sat Resnarkoba Polresta Mataram berhasil menggagalkan transaksi sabu di wilayah Bertais.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di salah satu Instansi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, berinisial AF (36), turut terlibat. Dia tertangkap tangan ketika melakukan transaksi sabu bersama pria berinisial AH (29), penjaga gudang yang diduga nyambi jual sabu.

“Keduanya kami tangkap di salah satu gubuk yang ada di tengah sawah. Saat pembelinya datang, Tim kami langsung melakukan penangkapan,” pungkas Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama di Mataram, Senin (21/6/2021).

Dari hasil tangkap tangan pada Minggu (20/6/2021) siang, Polisi berhasil menyita barang bukti Narkoba sebanyak 10 klip sabu siap edar, pipet plastik, dan sejumlah klip bening kosong. Turut pula disita uang tunai senilai Rp 6,7 juta yamg diduga hasil penjualan Narkoba.

“Berat bruto sabu yang kita sita itu mencapai 5 gram,” ujarnya.

Dari interogasi di lapangan, lanjutnya, AH mengakui bahwa barang haram tersebut diperolehnya dari SH, pamannya yang tinggal satu kampung dengannya di  Lingkungan Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Tindak lanjutnya, paman dari AH yang berusia 34 tahun itu langsung ditangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan, SH mengakui bahwa barang haram yang ada pada AH itu berasal darinya.

“Jadi kuat dugan mereka ini pengedar yang ambil barang di wilayah Mataram. Terkait dengan dari mana asalnya, sedang kita dalami di lapangan,” ujar dia.

Lebih lanjut, SH diketahui seorang Residivis kasus Penganiayaan yang kini kembali terancam masuk penjara.

Bersama ponakannya dan ASN Lombok Utara, kini mereka ditetapkan sebagai tersangka yang terancam Pasal 112 dan atau Pasal 114 dan atau Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. (WR-02)