Tingkatkan Kemampuan Guru, SMAN 2 Monta Gelar Workshop Penyusunan RPP

330
Workshop penyusunan RPP yang digelar di aula SMAN 2 Monta, Rabu (18/11/2020)

BIMA,Warta NTB – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Monta menggelar kegiatan workshop peningkatan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajar (RPP) yang digelar di aula sekolah setempat, Rabu (18/11/2020).

Kegiatan ini menghadirkan dua orang pengawas pendidikan SMA/SMK, yakni Drs. H.M Sarjan, M.Pd dan Yusuf, SE. Hadir pula sebagai peserta 52 orang guru lingkup pedidikan SMAN 2 Monta.

Kepala sekolah Nazamuddin, S.Pd dalam sambutannya membuka acara mengatakan, Workshop kali ini mengambil tema “Peningkatan Kemampuan dan Pemahaman Guru Dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)”.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman guru dalam menyusun RPP terutama terkait sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya.

Nazamuddin menguraikan, seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang terus berkembang, maka sistem pendidikan pun akan terus mengikuti perkembangan jaman termasuk kemampuan para guru menguasai teknologi karena di era sekarang teknologi sudah menjadi bagian dan kebutuhan hidup manusia.

“Dunia pendidikan saat ini dituntut harus sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan jaman, maka kita harus mampu menciptakan lulusan atau generasi yang sesuai kebutuhan jaman saat ini. Oleh karena itu saya berharap usai kegiatan para guru dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh saat mengajar di ruang kelas nanti,” harapnya.

Sementara salah satu narasumber H. Sarjan mengatakan, kegiatan warkshop ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran yang menjadi ajang peningkatan kemampuan dan pemahaman guru dalam penyusunan RPP.

“Tujuannya adalah agar guru terampil dalam menyusun rencana pelaksaan pembelajaran sesuai kemampuannya terutama rencana pelaksana pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter literasi pembalajaran Abad-21,” jelasnya.

Diungkapnya, materi paling penting dalam kegiatan ini adalah penilaian karakter yang dilakukan pada kurikulum 2013 yang diboyong dalam pola pikir anak, bukan hanya pada C1 atau C2, tetapi sampai pada C6 maksimum. “Melalui materi penilaian karakter itu diharapkan pola pikir anak menjadi lebih kritis,” katanya.

Pada kesempatan itu, H. Sarjan juga mengajak semua unsur yang ada dalam lingkup pendidikan di SMAN 2 Monta agar sama-sama bergandengan tangan memberikan kontribusi positif untuk kemajuan sekolah.

“Mari kita bergandengan tangan untuk memajukan sekolah baik  pendidik maupun tenaga kependidikan, maka Sekolah SMAN 2 Monta akan menjadi sekolah percontohonan bagi sekolah-sekolah lain,” sebutnya. (WR-Zal)