Tidak Dilibatkan dalam Pengangkutan, Puluhan Sopir Lokal Tutup Jalur Masuk PT. SMS

831
Aksi protes yang dilakukan puluhan sopir truk dengan cara memarkirkan kendaraan mereka menutupi jalan masuk menuju PT SMS di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Senin (18/1/2021).

DOMPU, Warta NTB – Puluhan Sopir Dump Truck di wilayah Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, melakukan aksi protes dengan cara memarkirkan kendaraan mereka menutupi jalan masuk menuju Pabrik Gula milik PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu,Senin (18/1/2021).

Aksi ini puluhan sopir truk ini dilakukan untuk meminta kepada PT. CIT selaku penyedia jasa transportasi dan PT. SMS agar melibatkan (merekrut) para supir lokal untuk mengangkut Raw Sugar dari pelabuhan Calabai menuju pabrik gula PT. SMS. 

Aksi ini, mengakibatkan aktivitas mobil yang mengangkut Raw Sugar menjadi terhambat. Namun, hal ini mampu diredam saat Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos tiba di lokasi dan melakukan mediasi pertemuan antara para sopir dengan PT SMS, PT CIT dan pihak lainnya.

Pada pertemuan itu, salah seorang perwakilan sopir truk menyampaikan agar perusahaan melibatkan truk lokal dalam pengangkutan Raw Sugar PT SMS.

“Inilah alasan kenapa kami melakukan aksi mogok. Aksi ini, kali kedua yang dilakukan yakni pada hari Minggu dan hari ini Senin 18 Januari 2021. Aksi ini kami lakukan dengan tuntutan yang sama agar PT SMS melibatkan sopir lokal dalam pengangkutan Raw Sugar,” ungkap Tamrin Hadu warga Desa Doropeti. 

Kata Tamrin Hadu, PT. CIT hanya memberikan rekomendasi 16 unit kendaraan lokal dibawah kendali CV. Sinar Pekat. “Kenapa hanya mereka direkrut. Kok, kami tidak,” heranya.

Perlu diketahui juga, sesuai dengan kesepakatan awal hadirnya PT. SMS untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di Kecamatan Pekat. Selain itu, perusahaan gula ini pun telah berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat lokal termasuk kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat.

“Kami berharap PT. SMS dan PT. CIT agar bisa merangkul kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat tanpa membatasi jumlahnya,” harap Tamrin Hadu.

Manajer Eksternal Relation PT. SMS Kabupaten Dompu Muhammad Haryanto, meminta kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ia pun menjelaskan, kehadiran PT. SMS tentunya juga untuk menyejahterakan masyarakat.

“Jika ada permasalahan mari kita selesaikan secara baik-baik tanpa melakukan aksi hingga mengakibatkan aktifitas menjadi terhambat,” katanya.

Kata Haryanto, perusahaan ini tidak akan bisa maju tanpa ada dukungan dari masyarakat. “Kami berharap kepada para sopir kendaraan lokal agar menerima kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT,” terangnya.

Di sela waktu juga, Koordinator Kendaraan Lokal (CV. Sinar Pekat), Rudi, pada pertemuan ini menjelaskan, terkait kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT, dirinya telah menyampaikan kepada para sopir untuk menentukan opsi yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT.

Namun sayangnya, para sopir yang berjumlah 28 orang tetap tidak menerima dan ngotot untuk masuk dalam kegiatan bongkar muat.

“Saat ini jumlah kendaraan yang hadir sebanyak 20 unit dan kembali meminta kepada pihak PT. CIT agar mengikut mereka dalam pengangkutan Raw Sugar,” jelasnya.

Rudi menyebut, dalam pertemuan kemarin tidak ada kesepakatan antara para sopir kendaraan lokal dengan pihak PT. CIT karena pihak PT. CIT hanya memberikan kebijakan kepada kendaraan lokal yang ingin turut serta dalam kegiatan bongkar muat Raw Sugar maksimal sebanyak 16 unit.

“Bahkan kendaraan lokal ini melakukan kegiatan bongkar muat dengan sistem rolling atau secara bergantian. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di areal pelabuhan sehingga aktifitas pengangkutan Raw Sugar berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos, mengatakan, sebelumnya dalam pertemuan kemarin malam sudah disepakati oleh para sopir kendaraan lokal untuk tidak melakukan aksi yang menghambat aktifitas pengangkutan Raw Sugar.

Namun sayangnya, hari ini aksi para supir ini kembali melakukan aksi protes dengan melakukan penghadangan terhadap kendaraan yang melakukan bongkar muat.

“Pihak PT. CIT telah memberikan kebijakan atau pilihan kepada para sopir kendaraan lokal untuk melakukan kegiatan bongkar muat yang sebelumnya 10 unit menjadi 16 unit. Pilihan kedua yakni kendaraan sebanyak 28 unit dapat turut serta melakukan kegiatan bongkar muat, namun dengan sistem rolling,” katanya. (WR-Al)