TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Sandang Gelar Pahlawan Nasional

4364
Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid asal Pulau Lombok merupakan pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di provinsi tersebut.

Jakarta, Wartantb.com – Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ulama kharismatik asal NTB yang juga kakek Gubernur NTB TGB Zainul Majdi akan diberikan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah di tahun 2017 ini bersama dua tokoh lainnya dari Riau dan Aceh.

Pemberian gelar pahlawan nasional itu akan diserahkan 9 November karena esok harinya 10 Nopember diperingati sebagai hari Pahlawan.

Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid asal Pulau Lombok merupakan  pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di provinsi tersebut. Sementara dari Riau ada Sultan Mahmud Riayat Syah adalah tokoh yang gigih berperang melawan Belanda, serta Laksamana Malahayati, salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

“Presiden tidak mau pahlawan itu diobral-obral seperti dulu makanya (tahun) kemarin hanya 1 (yang diberi gelar pahlawan) lalu kami katakan (tahun ini) jangan satu lagi lah pak, ya sudah, bisa tiga yang diputuskan,” kata Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang juga menjabat Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Pada 2016, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh Nahdlatul Ulama Alm K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.

Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie juga menyatakan bahwa pemberian gelar akan dilakukan pada 9 November dalam rangka Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Menurut Jimly, Dewan Gelar menerima usulan dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial yang mendapatkan usulan dari TP2GD dari daerah.

“Tahun ini, dari 9 yang diusulkan sudah dirapatkan pada prinsipnya kita adalah bangsa yang paling banyak pahlawannya jadi paling longgar tapi tidak dibatasi juga, yang jelas pahlawan nasional bagian dari kesadaran nasional yang harus dipelihara dan saatnya membangkitkan kesadaran generasi penerus mengenai pahlawan dalam sejarah,” ungkap Jimly.

Jimly mengaku ada dua nama mantan presiden yang diusulkan dalam 9 nama itu. “Dua-duanya (nama presiden) diusulkan setiap tahun, tapi ada yang abad ke-17, abad ke-18 kalau yang masih baru memang biss menilainya,” tambah Jimly. [Ant]