TGB Ingatkan Konsep Ekonomi Berkeadilan

910
Gubernur NTB, Dr. TGH, M. Zainul Majdi yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Mataram, Warta NTB — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan pentingnya konsep pembangunan ekonomi berkeadilan sebagai pilar kebijakan yang utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di NTB.

Hal tersebut TGB (Tuan Guru Bajang) saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dengan lembaga keuangan lainnya serta para pelaku usaha di Gedung Serba Guna Bank Indonesia, Kota Mataram, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang tidak berkeadilan akan menjadi bom waktu yang suatu saat nanti akan menjadi sumber kehancuran suatu negara atau daerah.

“Saya berharap pertumbuhan ekonomi ke depan harus berkeadilan, jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang tinggi justru akan memperlebar ketimpangan di tengah-tengah masyarakat kita”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Bapak Priyono menegaskan pertemuan tahunan itu mengangkat tema “Memperkuat Momentum”. Tujuannya untuk menyatukan langkah dan membangun sinergi antar lembaga untuk akselerasi, sekaligus ajang sharing mengenai perkembangan, pandangan, kebijakan BI dikaitkan tantangan ekonomi Indonesia ke depan, khususnya di NTB.

Pertemuan tahunan Bank Indonesia, kata Priyono juga untuk menyambut kegiatan Annual Meeting yang akan diikuti oleh 189 negara dan COE perusahaan-perusahaan besar dunia dengan total peserta 15.000 orang yang akan diselenggarakan di Sanur Nusa Dua Bali pada tahun 2018 mendatang.

Diungkapkan oleh Priyono, bahwa Bank Indonesia memprediksikan perekonomian NTB akan terus tumbuh dengan baik. Tentunya dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi global, terutama ekonomi berbasis digital.

Menurutnya, ke depan ekonomi di NTB harus berbasis digital, karena sistem ekonomi digital saat ini memiliki tren pertumbuhan sangat besar di dunia, sarannya.

“Sistem digitalisasi harus diterapkan, baik dalam proses transaksi maupun proses pembayarannya”, harap Triyono.

Bank Indonesia menargetkan kredit UMKM tumbuh lebih tinggi ditahun 2018 menjadi 20 % dibanding tahun 2017 yang hanya 15 %. Dengan demikian BI meyakini pertumbuhan ekonomi tahun 2018 akan terus berlanjut dengan kisaran pertumbuhan 5,1 % – 6,2 % pada tahun 2018.

“Mari kita terus bersinergi, satukan gerak langkah kedepan untuk peningkatan ekonomi NTB, ”ajaknya. [WR/H]