TGB Ingatkan ASN Jaga Netralitas Dalam Pilkada dan Fokus Bekerja

801
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memimpin Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (3/1/2018) didampingi Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin M.Si, Sekda NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, P.hD.

MATARAM, Warta NTB – Tahun 2018 merupakan tahun politik dimana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat tiga pemilihan kepala daerah yaitu pemilihan Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Timur dan Walikota Bima serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018.

Untuk itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan dan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah, khususnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan digelar pada tahun 2018 ini.

“Netralitas Aparatur Sipil Negara perlu dilakukan sebagai kewajiban para ASN mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena, selain melanggar peraturan perundang-perundangan, berpolitik praktis bagi ASN, akan mengganggu tugas-tugas pemerintahan yang sedang dilaksanakan serta merugikan kepentingan masyarakat secara luas,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur.

Hal itu diampaikan TGB saat memimpin Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (3/1/2018) yang dihadiri Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin M.Si, Sekda NTB Ir. H. Rosiady Sayuti P.hD dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Gubernur Tuan Guru Bajang mewanti-wanti Kepala OPD dan jajarannya agar fokus pada program-program prioritas tahun 2018 serta terus meningkatkan semangat kerja sebagai bentuk pengabdian dan pertanggunjawaban terbaik kepada masyarakat. Terutama, untuk fokus bekerja memenuhi target-target pencapaian indikator RPJMD yang belum tercapai.

Berdasarkan laporan Kepala Bapeda dan penelitian, Ir. H. Ridwansyah M.Sc MM. M.Tp kepada gubernur bahwa dari 31 indikator kinerja RPJMD- NTB, sebanyak 22 indikator sudah mencapai target yang ditetapkan. Sedangkan enam indikator masih dalam tahapan penyusunan laporan karena belum memiliki data.

Keenam indikator yang belum ada datanya tersebut, ungkap Ridwansyah merinci adalah Pengeluaran Perkapita; Rata-rata Lama sekolah usia 25 tahun keatas; Buta huruf penduduk usia 15 tahun ke atas; Usia harapan hidup; Prevalensi kurang gizi; dan IKLH. Dan masih menyisakan tiga indikator yang perlu mendapat perhatian dan kerja keras, yaitu angka kemisinan, laju investasi dan rata-rata usia perkawinan pertama perempuan.

Terhadap tiga indikator yang belum tercapai tersebut, Gubernur TGB meminta agar dalam waktu yang tersisa pelaksanaannya terus digenjot, sehingga pada akhir RPJMD NTB tahun 2018 seluruh indikator telah tercapai dengan baik. Selain itu, Gubernur menekankan kepada OPD teknis, khususnya yang bertanggung jawab dalam pencapaian indikator kinerja RPJMD, agar meningkatkan sinergi, koordinasi dan komunikasi antar sektor.

Gubernur yang juga ahli tafsir ini meminta OPD teknis untuk segera mengambil langkah-langkah sesuai koridor hukum untuk mengamankan seluruh aset yang dimiliki pemerintah Provinsi NTB, seperti lahan lokasi pembangunan kampus Poltekpar Lombok dan aset yang berlokasi di Puyung.

Dalam rapat tersebut Cucu Pahlwan Nasional, Maulana Syaikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kerjasama selama tahun 2017.

“Berbagai penghargaan yang diraih pemerintah NTB, seperti penghargaan tingkat kepatuhan terbaik, leadership Award dari Mendagri dan berbagai penghargaan nasional lainnya adalah buah ikhtiar bersama jajaran pemerintahan dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat,” ujar Gubernur TGB, sembari menegaskan, sesungguhnya penghargaan tersebut tidak hanya untuk Gubernur, melainkan untuk seluruh aparat pemerintah dan masyarakat NTB.  (WR-02)