TGB: Al Qur’an Mencakup Semua Aspek Kehidupan

2455
"Allah SWT tidak pernah melarang sesuatu tanpa alasan yang jelas," ungkap TGB.

Jawa Barat, Warta NTB — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memberikan tausyiah usai sholat subuh di Masjid Agung Garut, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Minggu (14/01/2018), mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperkaya diri dengan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.

Sebab, di dalam Al-Qur’an sudah terangkum semua aspek kehidupan manusia, mulai dari saat manusia itu diciptakan hingga manusia itu bertemu dengan Allah SWT. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, seperti hukum-hukum yang mengajarkan manusia untuk maraih kesuksesan.

Di hadapan Bupati Garut,  H. Rudi Gunawan dan ratusan jama’ah sholat subuh yang hadir, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menguraikan bahwa dalam Al Qur’an Allah SWT memerintahkan manusia untuk membangun mental yang kuat. Yaitu bersikap untuk saling membangun dan menumbuhkan, bukan saling membantah, mencela dan menghancurkan. Termasuk tidak menumbuhkan benih benih kesombongan dalam diri manusia.

“Allah SWT tidak pernah melarang sesuatu tanpa alasan yang jelas,” ungkap TGB.

Di dalam Al-Qur’an juga lanjut TGB, Allah memerintah kita untuk senantiasa menumbuhkan semangat meningkatkan kapasitas intelektual dan khasanah keilmuan dengan terus belajar. Maka, dalam hidup kita ini menurut Gubernur dua periode tersebut, yang menjadi prioritas kita adalah belajar. Yaitu belajar ilmu-ilmu yang diuraikan dalam Al-Qur’an.

“Ayat ayat yang berbicara tentang mencari ilmu, empat kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan ayat ayat yang berbicara tentang hukum,” tegasnya.

TGB juga sempat menguraikan salah satu ayat dalam Al-Qur’an, Surat Al-Anfaal yang membahas sebuah perintah Allah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, taat dan patuh kepada Allah dan Rasul tersebut belum cukup.

Perlu juga manusia untuk tidak saling menjatuhkan dan berbantah-bantahan. Sebab, sikap saling berbantahan dan menjatuhkan akan berakibat pada kegagalan dan kehancuran. Maka yang perlu dilakukan adalah menata mental yang kuat, menata masyarakat dan gemar belajar sebagai bagian penting untuk maraih kesusksesan. [WR]