Tak Rela Pacar Nikah Dengan Orang Lain, Pria Ini Nekat Akhiri Hidup

3843
Korban dievakuasi oleh personel Polsek Kopang ke Puskesmas Kopang.

LOMBOK TENGAH, Warta NTB – Depresi karena patah hati tak jarang membuat orang begitu tenggelam hingga ingin bunuh diri. Seperti yang dilakukan oleh seorang pria bernama Sapardi alias Sapar (40) warga Dusun Nonjok, Desa Praymeke, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

Ia nekat mengakhiri hidup setelah mendengar kabar kekasihnya akan menikah dengan orang lain. Aksi nekat itu dilakukan Sapar sekitar pukul 09.30 Wita, Minggu (3/1/2021). Sapar ditemukan tergeletak di kamar mandi rumah pacarnya di Dusun Montong Buak, Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Kapolsek Kopang AKP Suherdi mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu pacarnya. Ia ditemukan dalam keadaan pingsan dengan mulut berbusa.

“Ibu pacarnya kaget menemukan Sapar di dalam kamar mandi dengan kondisi seperti itu, kemudian dia langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Darmaji,” kata Kapolsek.

Mendapat informasi itu, Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Kopang bersama Babinsa langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Personel langsung menuju tempat kejadian untuk lakukan evakuasi, sapar segera dibawa ke Puskesmas Kopang untuk mendapat perawatan medis,” ujar Suherdi.

Selain itu, Bhabinkamtibmas Desa Darmaji Aipda Hadi Hermanto menerangkan, sebelumnya ia juga mendapat informasi dari masyarakat bahwa ia juga sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara memakan obat nyamuk.

Aksi itu dia lakukan setelah mengetahui pacarnya akan menikah dengan pria lain, namun aksinya dapat dicegah oleh warga setempat.

“Hari Sabtu kemarin yang bersangkutan juga sempat lakukan percobaan bunuh diri setelah mendapat kabar bahwa pacarnya akan menikah dengan pria lain, beruntung aksinya cepat dicegah,” kata Hadi.

Hadi menambahkan, sekarang Sapar sudah berada di Puskesmas Kopang untuk mendapatkan perawatan. Pihak puskesmas masih belum bisa memastikan jenis racun yang diminum Sapar, mengingat kondisinya masih belum bisa dimintai keterangan. (WR-02)