Sudah Sepantasnya Pencak Silat Berkiprah di Tingkat Dunia

1074
Presiden Joko Widodo saat menutup Kejuaraan Dunia Pencak Silat Internasional ke-17 di Bali, Kamis, 8 Desember 2016.

Denpasar, Wartantb.com – Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Bali, Kamis, 8 Desember 2016, secara resmi menutup Kejuaraan Dunia Pencak Silat Internasional ke-17. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pencak silat dapat menjadi ajang silaturahmi antarnegara.

“Sungguh indah dan membanggakan bagi Indonesia melihat 40 negara peserta di sini berkumpul atas kecintaan yang sama kepada Pencak Silat, ilmu bela diri kebanggaan bangsa Indonesia. Kita memang berbeda bahasa, berbeda bangsa, tapi di sini, kita saling berkomunikasi dengan Pencak Silat,” ujar Presiden.

Pencak silat adalah sebuah seni bela diri asli Indonesia yang memperkuat karakter-mental, yang menjunjung keyakinan bahwa segala kekuatan, segala kepintaran, segala kehebatan, kalah dengan kesabaran, kalah dengan keikhlasan. Demikian rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

“Saya ingat film kita, film Indonesia, yang judulnya The Raid, yang aktor-aktornya itu memang jagoan silat semua. Sekarang mereka terkenal di dunia film internasional. Saya melihat itu sudah sepantasnya dan sudah seharusnya Pencak Silat turut memiliki kiprah di tingkat dunia,” kata Presiden.

Untuk itulah Presiden mendukung tema Kejuaraan Dunia Pencak Silat Internasional tahun 2016, yaitu Pencak Silat For The World atau Pencak Silat Menembus Dunia. “Bukan hanya ilmu beladirinya yang harus menembus dunia, tetapi juga nilai-nilai yang melekat dengan Pencak Silat seperti sikap kesatria, tidak sok jagoan, adigang-adigung, sepi pamrih, dan suka menolong orang lain,” ujar Presiden.

Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan mendukung penuh untuk membesarkan pencak silat di masa yang akan datang. Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan agar pencak silat dapat dijadikan cabang olahraga yang dipertandingkan pada gelaran olimpiade mendatang.

“Untuk itu pemerintah Indonesia akan turut mendukung usaha semua pihak dan berbicara dengan negara lain agar pencak silat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Presiden sekaligus dikukuhkan sebagai pendekar utama Pencak Silat Indonesia. Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto selaku Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat).

“Kami ingin menggunakan kesempatan ini atas nama keluarga besar pencak silat dunia dan Indonesia, kami mohon Bapak berkenan menerima gelar sebagai pendekar utama pencak silat. Dengan demikian tentunya Bapak akan selalu mengawasi membina dan membesarkan pencak silat di tahun-tahun yang akan datang,” kata Prabowo Subianto.

Pendekar Utama merupakan gelar kehormatan dari IPSI yang diberikan khusus kepada tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter pendekar. Gelar tersebut diberikan atas sumbangsih Presiden Joko Widodo terhadap pembinaan dan pengembangan pencak silat di Indonesia.

Saat pengukuhan berlangsung, Presiden menerima tutup kepala, keris, sertifikat pengukuhan, dan surat keputusan Pengurus Besar IPSI yang diserahkan langsung oleh Prabowo Subianto. Saat bertemu dengan jurnalis, Presiden Joko Widodo berpose layaknya seorang pendekar pencak silat.

Turut hadir mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. (HKS)