Soal Bagi-bagi Proyek, Ini Penjelasan Kadis Perkim Kabupaten Bima

926
Plt Kadis Perkim Kabupaten Bima Taufik, ST MT

BIMA, Warta NTB  – Terkait Indikasi pembagian paket proyek di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bima NTB kepada sejumlah oknum Wartawan dan LSM yang diberitakan beberapa waktu lalu ditanggapi Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bima.

Kadis Perkim Taufik, ST MT yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2019) mengatakan, sebagai Plt yang baru ditunjuk ia mengaku belum memahami secara utuh terkait pelaksanaan tekhnis di kantor setempat.

“Sebelumnya saya menjabat sebagai sekretaris, jadi tugas saya hanya seputar administrasi yang memahami masalah tekhis adalah teman-teman tekhnis. Oleh karena itu setelah saya mendapat imformasi dari teman-teman wartawan saya langsung memanggil bagian tekhis untuk mendapatkan informasi terkait adanya bagi-bagi proyek dimaksud,” katanya.

Taufik mengaku, telah menanyakan ke anak buahnya terkait keterlibatan oknum LSM atau wartawan dalam paket proyek di dinas dan ia juga menanyakan terkait mekanisme pengajuan program.

Ternyata dari program yang ada, kata Taufik, memang tidak diberikan kepada pihak ketiga atau perusahaan konstruktif melainkan dilaksanakan melalui program pemberdayaan dengan memanfaatkan kelompok masyarakat di desa penerima manfaat yang ditetapkan melalui SK kepala desa.

“Di sini kami hanya menerima nama kelompok yang telah di SK-kan oleh kepala desa dan kami tidak bisa menolaknya walaupun kelompok itu tidak kami sukai, jadi tidak mungkin ada keterlibatan LSM atau wartawan di sini” jelasnya.

Baca berita terkait: Soal Bagi-bagi Proyek, Kadis Perkim Ogah Temui Wartawan

Sebagai, Plt Kadis ia juga memiliki keingin untuk mengetahui andanya dugaan keterlibatan oknum LSM atau wartawan yang menerima paket proyek di dinas yang dipimpinnya..

“Program yang berjalan saat ini adalah sebelum saya ditunjuk sebagai Plt, jadi penetapannya sudah dilakukan Kadis lama yang telah pensiun. Saat ini saya hanya melanjutkan saja,” terangnya.

Terkait mis komunikasi dengan wartawan beberapa waktu yang lalu, Taufik menyampaikan permohonan maaf  karena tidak ada niatnya untuk tidak menemui wartawan sesuai janji, tetapi memang skejul yang padat saat itu termasuk agenda penyusunan APBD Perubahan 2019.

“Terkait masalah kemarin saya sampaikan permohonan maaf karena ada agenda di luar rencana. Saya bukannya anti wartawan malah saya senang bisa bertemu teman-teman wartawan karena kita bisa berdiskusi dan bertukar informasi. Apa yang tidak kami ketahui bisa diketahui demikian juga sebaliknya,” ungkapnya. (WR)