Serius Kembangkan Literasi, Wabup Dahlan Temui Kepala Perpustakaan Nasional

306
Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Bima Basyirun, S.Pd M.Pd saat menemui Kepala Perpustakaan Nasional RI Syarif Bando di jakarta, Rabu (24/7/2019).

BIMA, Warta NTB – Nampaknya komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk mewujudkan gerakan literasi di Kabupaten Bima tidak main-main, keseriusan itu ditunjukan dengan kehadiran Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer menemui Kepala Perpustakaan Nasional RI Syarif Bando di jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dalam pertemuan itu wakil bupati juga didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima Basyirun, S.Pd M.Pd dan Kasi Bappeda Kumara, S.STP M.Si.

Wakil Bupati dalam pertemuan itu menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kepercayaan Perpusnas Nasional kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bima dalam menggalakan gerakan literasi. Keberadaan Perpustakaan yang representatif sebagai ujung tombak literasi amat diperlukan.

Wabup Dahlan memaparkan, salah satu kendala dalam peningkatan minat baca di Kabupaten Bima adalah belum adanya gedung fasilitas layanan yang lengkap, nyaman dan berstandar nasional sebagai icon literasi daerah.

“Gedung Perpustakaan yang dipakai sekarang kurang representatif dan masih berlokasi di Kota Bima,” terang Wabup

Dengan keterbatasan yang ada, pemerintah daerah terus menggalakkan gerakan literasi. “Meskipun termasuk kategori daerah tertinggal, Kabupaten Bima sangat serius dan memiliki komitmen tinggi dalam memajukan perpustakaan dan literasi daerah. Terbukti dengan terbitnya Peraturan Bupati Bima Nomor 11 tahun 2019 tentang gerakan literasi di Kabupaten Bima,” ungkap Dahlan.

Pada kesempatan tersebut, Syarif Bando yang didampingi pejabat terkait memberikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati ke instansi yang dipimpinnya.

Pria kelahiran Sulawesi Selatan ini menjelaskan, Perpustakaan Nasional merupakan Lembaga Non Kementerian dan sudah menjadi urusan wajib dalam pembangunan.

Saat ini, lanjut Syarif, perpustakaan tidak lagi melulu soal tumpukan buku tetapi lebih dari itu berkewajiban membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui program Literasi yang berdampak langsung untuk kesejahteraan masyarakat.

Perpustakaan sekarang dilatih untuk melaksanakan kegiatan dengan pelibatan masyarakat di perpustakaan seperti pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif.

“Program tersebut dikembangkan secara terbatas di 60 kabupaten/kota di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Bima dan KLU di NTB,” ujarnya.

Syarif Bando yang baru mengikuti Lemhanas mengatakan, berdasarkan evaluasi, walaupun dengan kondisi gedung serta sarana dan prasarana yang masih minim, Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima memiliki kinerja yang sangat baik.

“Banyak inovasi yang telah dilakukan. Pak Basyirun gencar mengirim laporan, foto-foto dan berita berita media massa terkait kegiatan perpustakaan daerah dan geliat literasi di Bima. Oleh karena itu kami berjanji akan memprioritaskan bantuan untuk Kabupaten Bima,” puji Syarif Bando.

Kepala Bidang Perpustakaan, Basyirun mengatakan, selain menjalin silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi terkait kegiatan pengembangan perpustakaan dan literasi daerah. Disampimg untuk advokasi Dana DAK untuk Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Daerah.

Diakhir pertemuan, Wakil Bupati Bima menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah milik pemerintah daerah untuk pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan daerah kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI. (WR-Man)