Seorang Pria Asal Surabaya Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Kos, Polisi Lakukan Evakuasi

186

MATARAM, Warta NTB – Seorang pria asal Surabaya, Jawa Timur berusia 49 tahun, PNS, ditemukan tidak bernyawa didalam kamar Kos-kosan di jalan Datu Brenge, lingkungan Kebon sari, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, (26/6/2022).

Pria bernama Didik Poerwanto tersebut ditemukan sudah meninggal oleh teman sekantornya Haerul Ashari (saksi) dan beberapa tetangga kosnya.

Kapolsek Ampenan Kompol Ricky Yuhanda SE SIK kepada media, Minggu (26/6/2022) menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi kejadian berawal saat teman kantornya saksi menghubungi korban melalui telepon sekitar pukul 16.00 Wita namun korban tidak mengangkat telepon tersebut.

“Saksi mencoba menghubungi beberapa kali namun tetap tak ada respon,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut lanjut Kapolsek, saksi merasa penasaran karena telponnya tidak di respon, akhirnya memutuskan untuk melihat korban ke kos-kosannya yang berada di wilayah Ampenan tersebut.

“Saat saksi tiba di kos-kosan korban langsung mengetuk pintu beberapa kali tetapi tidak ada suara apa-apa dari kamar korban sehingga saksi bersama tetangga kos membuka pintu kamar yang memang tidak terkunci,” tambahnya.

Saat itu melihat korban dalam keadaan tertelungkup tidak bergerak, kemudian saksi mencoba untuk memegan dan membalik korban tetapi tubuh korban dalam keadaan kaku dan mengeras dingin serta tak bernyawa.

Atas kejadian itulah saksi melaporkan ke Polresta Mataram dan langsung ditindak lanjuti oleh personil piket SPKT Polresta Mataram dan Polsek Ampenan dengan mendatangi TKP dengan membawa mobil unit Ambulance.

Saat tiba di TKP korban memang ditemukan telah dalam keadaan kaku , dingin dan sudah tidak bernyawa. Kemudian anggota melakukan evakuasi jenazah untuk dibawa ke RS Bhayangkara untuk di identifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga menghembuskan nafas terakhirnya akibat kelelahan. Selanjutnya personil piket menghubungi keluarganya berada di luar daerah,” tutupnya. (RED)