Senjata Makan Tuan, Petani di Dompu Tewas Tersengat Listrik di Lahan Jagung

739
Korban ditemukan tewas di lahan jangung miiknya, Kamis (14/1/2021)

DOMPU, Warta NTB – Seorang petani di Dusun Samakai, Desa Sukadamai, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu (NTB) mengalami nasib tragis. Petani berinisial JF (57) ditemukan tewas tersengat aliran listrik jebakan babi di sebuah lahan jangung miliknya yang tak jauh dari rumah.

“Peristiwa nahas itu pertama kali dilihat oleh menantu korban yaitu Raodatul (36) sekitar pukul 18.30 Wita Kamis (14/1/2021)  yang cemas karena korban belum juga pulang sejak berpamitan dari rumah menuju ke lahan jagung sekitar pukul 15.30 Wita,” jelas Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah.

Berdasarkan keterangan istri korban, Sahram (57), korban berpamitan pada sore hari untuk mengecek tanaman jagung dan aliran listrik yang baru ia pasang, karena lama tak kembali hingga timbul rasa hawatir selanjutnya ia mengajak anak dan menantunya menyusul ke lahan jagung untuk mencari korban, namun sebelum keluar rumah ia mencabut cok aliran listrik yang tersambung dari rumah ke lahan jagung.

“Sesampainya di lahan jagung, ketiganya berbagi lokasi, sesaat kemudian Raodatul tersentak dan berteriak histeris ketika melihat korban yang sudah tak bernyawa dengan posisi tengkurap dan kaki terlilit kabel,” terangnya.

Mendengar teriakan Raodatul, kata Hujaifah, istri dan anak korban menghampiri kemudian memberitahukan warga setempat terkait kejadian itu. Kapolsek Manggelewa Iptu Rodolfo M de Aroujo bersama anggota yang mengetahui peristiwa itu menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) membantu evakuasi jenazah korban.

“Hal seperti ini kerap terjadi di Kabupaten Dompu, hal itu patut dijadikan pembelajaran agar tidak terjadi lagi, oleh karenanya saya imbau untuk tidak ada lagi pemasangan arus listrik di lahan jagung, serta labih waspada dan berhati-hati,” ujarnya.

Terkait peristiwa itu pihak keluarga tidak mempermasalahkan atas musibah yang terjadi dan menolak untuk dilakukan otopsi karena menyadari peristiwa itu murni kelalaian dari pihaknya. (WR-Al)