Sejumlah Orang Tertipu Investasi Bodong Berkedok Proyek Penanganan Covid-19, Pelaku Ini Ditangkap

351

MATARAM, Warta NTB – Penipuan bisa berada di mana saja dengan modus apapun dan beraksi kapan saja menjerat korbannya. Salah satu kasus penipuan yang dilakukan Mantan karyawan PT Enam Kubuku Nusantara asal Lombok Barat (LOBAR).

Bermodalkan omongan manis seorang pria berinisial AK (40) sukses menipu sejumlah korbannya. Bahkan total kerugian salah satu korbannya mencapai puluhan juta rupiah.

Modus yang dilakukan AK cukup pandai, dengan hanya mengaku mendapat sejumlah pekerjaan proyek dari Kemendikbud RI. Salah satu korbannya pria yang berinisial KZ asal Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Uang sebesar Rp 80 juta melayang usai berpindah tangan ke AK. Akibat itu, korban melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK membenarkan kejadian tersebut Senin, (10/1/2022). Kasat menceritakan, AK ditangkap di rumahnya akhir pekan lalu karena kasus penipuan dengan modus proyek dari Kemendikbud RI.

“AK mendatangi rekanan berinisial KZ asal Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat dengan iming-iming proyek pengadaan barang dan jasa penanggulangan Covid-19 berupa alat teknologi informasi dan komunikasi dari pemerintah pusat yang dialokasikan ke sejumlah SD di Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Untuk proyek itu lanjut Dia, pelaku menawarkan kepada korban syarat berupa uang sejumlah Rp120 juta dengan alasan investasi modal.

“Pelaku menjanjikan modal investasi ini nantinya akan dikembalikan lengkap dengan fee proyeknya antara 30 persen sampai 50 persen serta dijanjikan untung sekitar Rp24 juta sampai Rp 40 juta pada korban setelah proyek selesai,” sebut Kadek Adi.

Selain itu lanjutnya, AK menunjukkan sejumlah Dokumen terkait proyek diantaranya, salinan SK Mendikbud RI No 582/P/2020 tentang Sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja Tahun Anggaran 2020. Juga salinan Permendikbud RI No24/2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja.

“Proyek yang dimaksud AK ini yakni mengenai pengadaan Chromebook untuk keperluan sekolah menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Karena tergiur, korban bersedia menyerahkan modal invetasi kepada pelaku. Meskipun tidak sejumlah sama dengan yang diminta pada awalnya. Saat itu korban hanya memiliki uang Rp 80 juta,” kata Kadek Adi.

Korban menyerahkan uang tersebut kepada pelaku di salah satu rumah makan di Jalan Dakota, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Mataram dalam pertemuan pada 23 September 2020.

“Tidak hanya itu AK meminta tambahan uang Rp500 ribu. Katanya dipakai untuk syukuran bersama anak yatim,” ucap Kadek Adi.

3 bulan berselang uang yang dijanjikan tidak kunjung kembali baik modalnya apalagi keuntungannya. Korban merasa ditipu dan melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

“Satreskrim Polresta Mataram kemudian bergerak. AK ditangkap di rumahnya akhir pekan lalu. Selanjutnya AK ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal 378 KUHP atau 372 KUHP yang ancaman hukumannya paling lama 4 tahun. Rekanan asal Sumbawa Barat bukan hanya satu-satunya korban dan kita sedang mengembangkan korban lainnya,” tutupnya. (RED)