Sat Lantas Polres Bima Sosialisasi Kegiatan Lintas Medan & Jelajah Alam ke Sekolah

1018
Sosialisasi kegiatan Lintas Medan dan Jelajah Alam Bima dalam menyambut Hari Ulang Tahun Satuan Lalu Lintas ke-64 tahun 2019.

BIMA, Warta NTB – Satuan Polisi Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima melakukan sosialisasi kegiatan Lintas Medan dan Jelajah Alam Bima yang akan digelar Sat Lantas dalam menyambut Hari Ulang Tahun Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) ke-64 tahun 2019. Kegiatan yang digelar di SMAN 1 Monta, Rabu (18/9/2109) disambut antusis para siswa dan guru.

Sementara, Kanit Patwal Polres Bima Aiptu Agus yang memimpin personil dalam acara sosialisasi, mengajak pihak sekolah untuk ikut terlibat memeriahkan HUT Korps Lantas yang ke-64 lewat beragam kegiatan yang akan digelar.

Salah satunya adalah melalui kegiatan Lintas Medan dan Jelajah Alam Bima yang akan digelar Sat Lantas Bima selama dua hari, yakni mulai hari Sabtu hingga Minggu Tanggal 21 – 22 September 2019.

Kanit Patwal  mengatakan, seperti dijelaskan Kasat Lantas Polres Bima Iptu Agus Pujianto, S.Pd sebelumnya bahwa dalam kegiatan ini juga akan dilakukan kemah bhakti. Para peserta star dari Polres Bima kemudian berkemah di Desa Ragi, Kecamatan Palibelo dan kembali finish di Polres Bima sebagai lokasi penutupan kegiatan.

Selain kemah bhakti kegiatan juga akan disisi dengan acara api unggun, games, lomba dan kegiatan lainnya. Dalam lomba panitia akan menilai peserta dari ketepatan, kecerdasan, kerapian, kreatifitas dan memiliki kemampuan tentang lalu lintas. Hadiah yang diberikan berupa uang pembinaan, piala dan penghargaan dengan total hadiah berjumlah jutaan rupiah.

Menurut Agus, acara ini sangat positif untuk anak usia sekolah menegah ke atas, karena selain para siswa dan siswi yang akan mengikuti kegiatan itu, dapat mengetahui tata tertib berlalulintas, pihak Polres Bima juga akan menggelar beberapa mata lomba. Seperti game, kuis.

“Siswa dan siswi juga akan mendapat hadian langsung dari Bapak Kapolres Bima, AKBP Bagus S Wibowo SIK,” ungkap Kanit yang tidak pandang bulu dalam menindak para pelanggar ini.

Dalam kegiatan ini juga, lanjut Agus, siswa dan siswi bisa menyampaikan apabila mereka punya cita-cita untuk menjadi anggota Polri, maka akan dibekali juga dengan cara-cara untuk menjadi anggota Polri.

Kegiatan yang agendanya akan diikuti oleh seluruh SMAN/SMKN se-Kabupaten BIma ini, setiap sekolah dapat mengutus 4 sampai 5 regu. Dimana masing-masing regu berjumlah 5 orang.

SMAN 1 MONTA sendiri akan mengutus 5 regu, terdiri dari 2 regu putri dan 3 regu putra. “Kegiatan ini tidak akan dipungut biaya semacam pendaftaran alias gratis. Mereka (siswa) hanya membawa perlengkapan saja, seperti pakian dan lainnya untuk transpotasi,” terang agus.

“Untuk konsumsi semua ditanggung oleh pihak kepolisian selama kegiatan ini berjalan.” pungkasnya.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum SMAN 1 Monta, Fahmi Khatib, S.Pd, yang mewakili Kepala Sekolah, Muhammad Nur yang tidak ada di tempat, mengapreseasi positif kegiatan yang diadakan Korps Lantas ini.

Menurutnya, kegitan seperti ini bisa menjadi wahana refreshing untuk siswa-siswinya. “Selain itu, dengan kegiatan ini, anak didik kami akan mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan yang berjuanng untuk mencapai kemerdekaan ini. Karena ‘Lintas Medan’ ini tidak gampang dan tau persis medan yang akan mereka lalui. Sekali lagi kami sangat mengapresiasinya,” ungkap Fahmi.

Imbuhnya, kegitan seperti ini, juga memiliki nilai edukasi baga para anak didiknya. “Kamipun akan mendapat ilmu tentang berkendara dengan baik serta menaati peraturan laluliintas. Seperti tidak memakai knalpot Racing (brong). Mereka akan mengerti pentingnya membayar pajak, walaupun mereka belum masuk kategori untuk membayar pajak kendaraan, minimal mereka akan memberikan pemahaman kepada warga sekitar tempat tinggalnya, khususnya kepada orang tuanya,” kata Fahmi panjang lebar.

Meski kata dia, di SMAN 1 Monta, muridnya juga diajari mengenai perpajakan, tapi masih secara umum. Karena itu dengan kegiatan yang digelar Korlantas tersebut, ia berharap, pemahaman muridnya tentang perpajakan lebih mendalam lagi.

“Tugas kami sebagai pendidik bukan hanya memberikan materi pelajaran saja. Tapi juga harus tau latar belakang anak didik kami, sehingga kami dapat menddidk mereka dengan berbagai macam cara. Tujuan kami bagaimana mereka akan menjadi generasi yang taat  hukum dan tidak berperilaku buruk,” harapnya. (WR-Tim)