Sat Lantas Polres Bima Cek Kesehatan dan Tes Urine Sopir Angkutan Umun

730

Bima, Warta NTB – Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Bima Kabupaten menggelar pemeriksaan kesehatan dan tes urine dengan menargetkan sopir angkutan umum dan taxi bandara.

Pemeriksaan kesehatan dan tes urine yang digelar Sabtu (9/6/2018) dilaksanakan di dua tempat yaitu di Terminal Tente, Kecamatan Woha dan bandara Sultan M. Salahuddin Bima. Serta pemeriksaan di tempat-tempat para sopir dan pengguna jalan beristirahat.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi sopir angkutan umum ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas, Rumah Sakit Sondosia Sila, yaitu dr. Nasir, BNN Bima dan dibantu Sat Lantas Bima dan Jasa Raharja.

Kasat Lantas Polres Bima, IPTU Putu Gde Caka Pratyaksa R, S.Ik mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan guna kelancaran pengguna jalan dan keselamatan lalulintas di wilayah hukum Polres Bima terutama pengendara yang melaksanakan mudik lebaran idul fitri 1439 Hijriah.

“Ini upaya meminimanilisir kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bima, Khususnya jelang arus mudik lebaran. Kita tidak ingin sopir mengemudikan kendaraan dalam kondisi tidak enak badan ataupun sakit, karena berbahaya bagi dirinya dan dan penumpang selama perjalanan,” kata Putu Caka.

Selain itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Bima, Ipda Asri Putra Strk yang ikut dalam kegiatan pemeriksaan kesehata tersebut meminta kepada para sopir agar selalu menjaga kesehata dalam berkendara.

“Jelang arus mudik ini, para sopir dituntut bekerja ekstra dalam melayani penumpang dan dibutuhkan fisik yang prima, agar dapat mengendara dengan selamat sampai tujuan,“ ujarnya.

Ia juga meminta para sopir angkutan umum agar beristirahat, jika mengalami kelelahan atau mengantuk. Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya sopir yang menggunakan obat-obatan terlarang dan semuanya dinyatakan sehat.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan Operasi Ketupat Gatarin 2018 yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten yang digelar mulai tanggal 7 s/d 24 Juni 2018.

“Semoga operasi ketupat ini bisa berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apapun dan berkurangnya angka kecelakaan arus mudik lebaran di tahun ini,” tutupnya. (WR)