Puskesmas Ambalawi Akan Dinilai Tim Akreditasi

784

Bima, Warta NTB – Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri yang diwakili Assisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima HM. Qurban SH menyambut Tim Surveyor dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Penyanbutan yang berlangsung di Aula Hotel Marina Kota Bima, Selasa (18/9/2018) turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima beserta jajaranya dan Kepala Puskesmas Ambalawi bersama jajaranya.

Kehadiran Tim surveyor yang terdiri dari Husen SKM S.Kep sebagai ketua tim, dr. Gabi Sintadani dan dr. Hurulhayah M.Kes dalam rangka melakukan penilaian akreditasi Puskesmas Ambalawi Kabupaten Bima.

HM. Qurban dalam arahan menyampaikan, dengan adanya kegiatan pra akreditasi puskesmas menjadi salah satu upaya puskesmas untuk meningkatkan mutu, memperbaiki kinerja dan melakukan penerapan manajemen resiko yang dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga akan terwujud indikator kecamatan yang sehat.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa arah pembangunan kesehatan Indonesia pada RPJMN tahap III periode 2015-2019 adalah program Indonesia sehat, dengan sasaran meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas,” katanya

Qurban menjelaskan, pelayanan kesehatan di puskesmas yang berkualitas memegang peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan sebagai pelayan publik yang menjadi salah satu pilar dalam memenuhi tuntunan reformasi birokrasi.

“Akreditasi Puskesmas itu sendiri merupakan pengakuan terhadap puskesmas yang diberikan oleh Lembaga Independen Penyelenggaraan Akreditasi yang ditetapkan oleh Kemenkes, Itupun setelah dinilai dan Puskesmas tersebut dinyatakan memenuhi standar akreditasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Qurban mengatakan, pra akreditasi menjadi momentum bagi puskesmas untuk melakukan evaluasi, memperbaiki mutu pelayanan dan meningkatkan kinerja dengan tujuan utama memberikan layanan kesehatan yang berkesinambungan. Penilaian bukan hanya untuk mendapatkan sertifikat akreditasi, tetapi setelah dinilai, puskesmas tersebut benar-benar memenuhi standar akreditasi sesuai penilaan yang diberikan lembaga independen penyelenggaraan akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

“Kepada Kepala Dinas Kesehatan saya tegaskan agar kiranya terus memberikan pembinaan dan arahan hingga akhirnya semua puskesmas yang ada di Kabupaten Bima dapat terakreditasi melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ketua tim akreditasi Husen mengatakan, jumlah puskesmas se Indonesia yang telah terakreditasi sebanyak 1077 termasuk di dalamnya Puskesmas Ambalawi yang sekarang akan dinilai.

“Dari jumlah tersebut puskesmas yang telah diakreditasi dapat memberikan layanan kepada masyarakat, termasuk Puskesmas Ambalawi yang akan kami akreditasi,” katanya.

Pada pelaksanaanya, tim akan melakukan tinjauan sekaligus tanya jawab dengan kepala Puskesmas terkait apa saja yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga dari kegiatan tanya jawab tersebut tim akan memberikan penilai dari hasil wawancara.

Husen menambahkan, rencananya tim akan melakukan penilaian di Puskesmas Ambalawi selama tiga yaitu antar tanggal 19 hingga 21 September 2018.

“Semoga dari hasil wawancara dan penilaian yang kami lakukan nantinya Kepala Puskesmas Ambalawi bisa memberikan jawaban yang membuat tim puas terkait pelayanan yang dibrikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain wawancara tim penilai juga akan melakukan penilaian dengan melihat secara langsung pelayanan puskesmas terhadap pasien dan masyarakat. “Berdasarkan penilaian itu, kemudian akan dibahas di kementerian, Apakah Puskesmas Ambalawi layak atau tidak mendapatkan akreditasi? itu semua dari hasil penilaian kami nanti,” tutupnya. (WR)