Polemik TPA Kebon Kongok Sedang Dikoordinasikan

1070
Dlm kesempatan lainnya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menegaskan akan sangat terbuka berkomunikasi dengan pihak Kota Mataram terkait dengan polemik tersebut.

Giri Menang, Wartantb.com – Polemik Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kebon Kongkok yang membelit antara Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat beberapa hari ke depan akan menemukan titik terang.

Optimisme tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Barat (DLHK) H. Lalu Surapati, SH., MH seseaat sebelum acara peresmian TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle) Desa Babussalam, Senin (23/01/2017) .

“Dalam 2 hari ini, Insya Allah sudah dibicarakan (Red: soal kesepakatan dan kerja sama). Kemarin sudah ada komunikasi langsung dengan Asisten I setda Pemkot Mataram,” ujarnya.

Kontrak Kerja Sama di TPA tersebut antara Pemkot Mataram dengan Pemkab Lobar yang berakhir tanggal 3 Januari 2017 ini sempat menjadi polemik dan pemberitaan hangat di  media massa beberapa hari belakangan.

Diawali dengan tindakan penghentian warga Desa di perbatasan oleh Kepala Lingkungan untuk membuang sampah di wilayah kelurahannya memantik teguran keras dari H. Lalu Winengan, SP. MM. Ia merasa bahwa tindakan tersebut melampaui batas dan tidak berdasar pada kesepakatan bersama Pemkot Mataram dengan Pemkab Lobar.

Bahkan pihak DPRD Kab. Lobar pun sempat mengeluarkan ancaman, bila Kota Mataram tidak berinisiatif membuka pembicaraan, seluruh truk pengangkut sampah dari Kota Mataram akan distop.

H. Lalu Surapati menegaskan bahwa komunikasi dengan Pemkot Mataram akan meninjau dan membicarakan ulang item-item kesepakatan antara 2 Pemda ini.

“Ini terkait dengan luas wilayah di TPA yg dimiliki oleh Pemkot dan kontribusi Pemkot terhadap Desa-Desa yang terdampak oleh sampah maupun truk-truk sampah yang lewat. Terutama untuk Desa Suka Makmur yang menjadi desa yang terdampak lebih berat karena merupakan lokasi TPA tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Lombok Barat Tinjau Lokasi Banjir

Dalam skenario Dinas yang baru dipimpinnya beberapa minggu ini terhadap persoalan itu, Lalu Surapati berharap dengan fasilitasi dari Pemerintah Provinsi akan membuat komunikasi dan kerja sama dengan Pemkot Kota Mataram akan berjalan lebih lancar dan saling menguntungkan.

Terutama dari aspek produksi sampah warga Kota Mataram, maka diyakini bahwa TPA tersebut sangat berarti bagi warga dan Pemkot Mataram.

Dalam kesempatan lainnya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menegaskan akan sangat terbuka berkomunikasi dengan pihak Kota Mataram terkait dengan polemik tersebut.

“Warga Mataram juga keluarga kita. Masih satu dalam NKRI,” tegasnya di Ruang Kerja.

Prospek ekonomis di TPA itu sendiri dirasakan sangat cerah di masa mendatang. Sekretaris Daerah Kab. Lobar H. Moh. Taufiq mengungkapkan bahwa TPA tersebut telah dilirik investor dari Korea Selatan, Hancock, Ltdc. Investor tersebut menjajaki kemungkinan berinvestasi untuk di bidang energi terbarukan.

Sesaat ketika memberi sambutan dalam peresmian TPS 3R di Desa Babussalam, Taufiq menegaskan Pemkab menunggu keseriusan investor tersebut sambil secara simultan juga menuntaskan komunikasi dengan Pemkot Mataram.

“Kita memiliki protap untuk menjamin investasi di daerah ini,” tegas laki-laki berkaca mata itu. (R-Hum)