Perlu Melibatkan Masyarakat Dalam Pengembangan KEK Mandalika

843
Menko Darmin mengungkapkan KEK Mandalika didorong untuk menyiapkan infrastruktrur dasar sebagai strategi untuk menarik investasi.

Kuta-Loteng, Wartantb.com — Mentri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan keberadaan pengembangan Kawasan Eekonomi Khusus (KEK) adalah salah satu strategi menarik investasi.

Oleh karenanya, salah satu hal yang menjadi perhatian pemeritah saat ini adalah bagaimana masyarakat setempat dapat memaksimalkan keberadaan KEK Mandalika ini sebagai wahana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keterlibatan masyarakat perlu didorong melalui penyiapan dan peningkatan kemampuan sehingga nantinya masyarakat setempat menjadi bagian dari pengembangan kawasan ini,” ungkapnya.

Menko Darmin Nasution menyampaikan hal itu saat peresmian mulai beroperasinya KEK MANDALIKA oleh Presiden RI, Joko Widodo di pantai Kute Kawasan Mandalika, Jum’at (20/10-2017).

Dalam laporannya kepada Presiden yang hadir  didampingi  juga Mentri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Mentri BUMN, Rini Soemarno, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dan pejabat pemerintahan lainnya, Menko Darmin  mengungkapkan KEK Mandalika didorong untuk menyiapkan infrastruktrur dasar sebagai strategi untuk menarik investasi.

Dengan memanfaatkan penyertaan modal negara sebesar Rp. 200 miliar, ITDC telah mendapat aliran investasi sebesar Rp. 13 triliun. Nilai investasi yang sedang berjalan sebesar Rp. 4,1 triliun, mencakup diantaranya 5 hotel berbintang 5, yakni Hotel Pullman, Hotel Shaza & MYSK, Hotel Royal Tulip, Hotel X2, dan Hotel Paramount.

Dukungan pemerintah dalam bentuk infrastruktur harus segera direalisasikan untuk mendukung KEK Mandalika.

“Kami akan mendukung ITDC yang saat ini sedang mencari tambahan dana sebesar Rp. 3 triliun dari pasar untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur di KEK Mandalika,” ujarnya. Dengan selesainya pembangunan infrastruktur akan membangun pertumbuhan sektor pariwisata dan industri pendukungnya di wilayah ini.

Sebelum ada KEK Mandalika, Masyarakat lebih dahulu memanfaatkan kawasan ini dengan membangun cafe, homestay, dan industri kreatif. Setelah adanya KEK Mandalika hal tersebut perlu penataan dan standar yang baik, sehingga akan menjadi lingkungan yang menarik dalam pengembangan KEK Mandalika.

Hingga saat ini terdapat 12 KEK yang terbagi menjadi, 8 KEK Manufaktur dan 4 KEK Kepariwisataan. Dari 12 KEK tersebut, ada 4 KEK yang sudah beroperasi, yaitu KEK Sei Mangke, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu dan KEK Mandalika.

“Diharapkan sampai dengan akhir tahun ini ada tambahan 2 KEK lagi, yaitu KEK Lhouksmawe dan KEK Galag Batang di Bintan. 6 KEK lagi diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan pertama tahun 2018,” ujarnya.

Sampai dengan saat ini aliran investasi di 12 KEK cukup menjanjikan. Tercatat sampai bulan Juni 2017 telah terdapat komitmen investasi sebesar Rp. 221 triliun. Harapannya pada tahun 2030 KEK dapat menarik investasi sebesar Rp. 726 triliun, terangnya. [H/WR]