Penderita Tumor Mata Asal Mbawa Butuh Perhatian Pemerintah

402
Yasin Adnan (64) warga RT.01/RW.001 Dusun Jango, Desa Mbawa, Kecamatan Donggo hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur karena tidak memiliki biaya berobat.

BIMA, Warta NTB  – Menderita tumor mata, Yasin Adnan (64) warga RT.01/RW.001 Dusun Jango, Desa Mbawa, Kecamatan Donggo hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur lantaran tidak memiliki biaya berobat.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengalami penyakit tumor mata sejak 20 tahun terakhir. Selain menderita penyakit tumor pria paruh baya ini juga menderita penyakit jantung. Akibat penyakit tumor mata yang diderita hingga kini telah menyebabkan pembengkakan pada hidung.

Dari pengakuannya, usaha berobat untuk menyembuhkan penyakit tumor yang diderita telah beberapa kali dilakukan bahkan hingga ke Rumah Sakit Mataram. Namun, penyakitnya belum juga sembuh hingga ia menghentikan pengobatan karena sudah tidak memiliki biaya.

“Saya sudah tiga kali mencoba berobat. Di Bima dan Mataram. Sulawesi Selatan juga, tapi saat itu saya dicopet lalu saya tidak jadi berobat dan pulang kembali ke Bima,” katanya, Senin (23/12/2019).

Yasin menceritakan, awal mula penyakitnya, pertama kali ia merasa nyeri pada bagian mata  hingga merasakan sakit di betisnya. Hingga akhirnya, penyakit itu pun mulai menyerang bagian matanya.

“Awalnya seperti itu dan waktu itu saya lagi di ladang. Pas saya pulang, tiba-tiba mata saya berair dan air mata itu keluar terus dan bercucuran. Hingga esoknya mulai membengkak mata saya hingga sekarang,” ceritanya.

Dia mengatakan, pada bagian matanya yang mengalami pembekakan pernah pecah dan keluar air. Namun, akibat peristiwa itu mengurangi rasa sakit yang dialami.

“Alhamdulillah, karena ini dulu pernah pecah. Saya pun bisa bertahan hidup sampai sekarang,” tuturnya.

Atas penyakit yang diderita ia berharap kepada pemerintah daerah dan dermawan bisa membantunya untuk berobat dan ia sangat mengharapkan kesembuhan agar bisa kembali beraktifitas seperti orang lain pada umumnya.

“Dengan penderitaan ini kami berharap agar bisa mendapat perhatian dari pemerintah dan para dermawan lain untuk biaya pengobatan dan memberikan jalan keluar yang terbaik,” harapnya. (WR)