Pemdes Tolouwi Gelar Rapat Pembentukan Tim Relawan Covid-19 Tahun 2021

335
Rapat pembentukan Tim Relawan Covid-19 yang digelar Pemerintah Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Senin (25/1/2021).

BIMA, Warta NTB – Menindak lanjuti Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 222/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Desa. Pemerintah Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima melakukan rapat pembentukan Tim Relawan Covid-19.

Rapat yang digelar di aula kantor Desa Tolouwi, Senin (25/1/2021) dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tolouwi Ismail, ST dihadiri Ketua BPD Rosmala Puspitasari, S.Pd dan anggota, Ketua RT/RW, Kepala Dusun, Sekdes dan perangkat desa serta sejumlah tokoh masyarakat desa setempat.

Kades Tolouwi Ismail meminta kepada Tim Relawan yang terbentuk agar bekerja secara maksimal dalam menangani wabah pandemi virus corona

“Saya berharap kepada Tim relawan aman Covid-19 agar bisa bekerja lebih maksimal lagi dari tahun sebelumnya. Agar desa yang kita cintai ini benar-benar aman dari pandemi virus corona,” harapnya.

Ismail meminta kepada relawan Covid-19 yang telah terbentuk terutama Ketua RT yang ditugaskan untuk mendata dan menjaring calon Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) agar bekerja secara maksimal dan objektif.

“Kepada relawan aman Covid-19 yang telah terbentuk agar bisa bekerja secara maksimal melakukan pendataan nama-nama calon penerima BLT-DD Tahun 2021,” pintanya.

Dijelaskan Kades, kenapa pembentukan relawan Covid-19 lebih awal dilakukan oleh Pemerintah Desa Tolouwi agar memudahkan relawan mengkroscek nama-nama calon penerima agar tidak dobel menerima bantuan sosial dari pemerintah seperti PKH, BPNT, BST dan bantuan sosial lainnya.

“Dengan pendataan lebih awal, supaya memudahkan kami mencari informasi melalui perbankan dan mengkroscek kembali nama-nama yang telah didata oleh para ketua RT, sehingga tidak ada lagi aksi protes warga karena ada yang mendapat dobel bantuan,” ujarnya.

Oleh karena itu, sesuai Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021, maka penerima manfaat BLT-DD adalah masyarakat miskin yang tidak pernah mendapatkan bantuan sosial baik itu dari pemerintah pusat, maupun daerah atau bantuan usaha lainnya sesuai hasil musyawarah desa.

Untuk mensukseskan kegiatan pendataan dan kegiatan relawan Covid-19, Kepala Desa berharap dukungan dan kerja sama semua elemen masyarakat Desa Tolouwi untuk memberikan informasi yang benar terkait calon penerima yang memang benar-benar belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah khususnya masyarakat yang memenuhi kriteria penerima BLT-DD.

“Dukungan dan kerja sama semua pihak, baik BPD maupun seluruh elemen masyarakat sangat kami butuhkan untuk menjalankan setiap program yang ada di desa termasuk pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona. Mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu agar perputaran ekonomi masyarakat bisa stabil kembali,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua BPD Desa Tolouwi Rosmala Puspitasari mengatakan, rapat kerja relawan aman Covid-19 yang digelar oleh Pemdes Tolouwi memang lebih awal dilakukan dibandingkan desa-desa lain.

“Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan kerja Tim Relawan Aman Covid-19 untuk pendataan calon penerima BLT-DD Tahun 2021 dan pencegahan penyebaran virus corona. Semoga kita semua terhindar dari virus yang mematikan tersebut,” ujar perempuan tegas dan juga vokal ini. (WR-Fad)