Pelayanan Pustu Roi Disorot, Umi Titien: Petugas di Absensinya Selalu Hadir

867
Kepala Puskesmas Palibelo dr. Hj. Titien Sumarni.

BIMA, Warta NTB – Kekosongan pegawai di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima beberapa waktu lalu sempat disorot Sekretaris Desa Roi, Awan Setiawan. Sekdes menilai keberadaan pustu selama ini tidak difungsikan dengan baik bahkan terkesan dibiarkan kosong dan tak terurus ibarat “Rumah Hantu”.

Sekdes Roi menilai keberadaan Pustu sebagai bagian integral dari Puskesmas seharusnya dimanfatkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah desa atau kelurahan. Namum sejak dibangun pustu tersebut tidak pernah memberikan pelayanan sehingga banyak masyarakat mengeluh.

“Kantor ini sudah ada sejak dulu, tetapi tidak ada aktivitas sama sekali, kemana staf dan pegawai, Apakah tidak ada pelayanan di kantor itu sehingga dibiarkan kosong dan tak terurus,” katanya, Rabu lalu.

Baca juga: Tak Ada Pelayanan, Keberadaan Pustu Desa Roi Disorot

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Palibelo dr. Hj. Titien Sumarni yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/3/2019) mengaku, telah menempatkan petugas di pustu tersebut.

“Selama ini petugas Pustu Roi di absensinya selalu hadir, jadi waktu disampaikan oleh kepala desa, petugas tersebut tidak masuk kerja, kami sudah sepakat akan memberikan pelayanan dengan membuat jadwal kunjungan sambil menunggu ada petugas tetap di pustu.  Sementara petugas yang sekarang kami akan mintai penjelasan,” ungkapnya.

Terkait pengawasan terhadap pelayanan di pustu dan dugaan adanya absensi fiktif yang dilakukan petugas malas. Kepala Puskesmas mengaku telah beberapa kali mengunjungi pustu untuk memastikan adanya petugas dan jalannya pelayanan.

“Beberapa kali saya ke pustu, tapi katanya petugas sedang kunjungan rumah,” katanya.

Saat ditanya mengapa tidak ada petugas yang ditempatkan untuk langsung tinggal di pustu seperti puskesmas lain? Umi Titien menjawab petugas pustu memilih tinggal di rumah pribadinya.

“Pada dasarnya memang seperti itu,  tapi petugas memilih tinggal di rumahnya mengingat pustu dekat dengan rumah pribadinya dengan catatan bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melayani masyarakat harus siap dipanggil untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya.

Sementara, menanggapi sorotan sekdes terkait kekosong petugas di pustu dan tidak adanya respon puskesmas terhadap usulan pemerintah desa terkait penempatan pegawai pustu. Kepala Puskesmas mengaku telah menempatkan petugas di pustu dan telah mengajukan petugas baru ke Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima.

“Petugasnya ada, sudah kami usulkan ke Dikes dan Dikes sudah merespon dengan menempatkan petugas baru, tinggal menunggu SK,”  tutupnya. (WR-Man)