Pelaku UKM Lombok Barat Dapat Pelatihan Marketing

1133
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Moh.Taufiq usai membuka pelatihan menyatakan, pihaknya sudah harus terlibat di dalam pemanfaatan tekhnologi informasi.

Giri Menang, Wartantb.com — Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Barat (Kab. Lobar), Jumat (25/8/2017) mendapat pelatihan. Pelatihan dengan tajuk “Manajemen Ritel Modern” ini berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Lobar di Giri Menang-Gerung.

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Alfamart. Selain memberikan pelatihan, pihak Alfamart juga membagikan sejumlah paket sembako kepada fakir miskin dan anak yatim yang ada di Dusun Aiq Ampat, Kelurahan Dasan Geres. Pembagian sembako ini sebagai bentuk dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari Alfamart.

Branch Manager Alfamart NTB Banny Febrianto mengungkapkan, dalam rangka menampung produk UMKM, Kab. Lobar dijadikan pilot project secara nasional. Sebagai komitmen perusahaan terhadap dunia UMKM, kata Danny, ritel moderen dan tradisional harus bersinergi, tumbuh, dan maju bersama untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Bentuk sinergi yang telah kami lakukan dan sudah berjalan antara lain melalui program Outlet Binaan Alfamart atau OBA,” jelas Danny di hadapan para peserta dan jajaran Pemerintah Kab. Lobar .

Melalui OBA ini, menurut Danny akan menjadikan toko kelontong seperti mini market (dressed up warung), baik dari sisi tampilan atau display barang maupun performance secara umum agar pembeli menjadi lebih nyaman saat berbelanja.

Menurut Danny, pelatihan yang melibatkan pelaku UMKM ini digelar secara rutin tiap tahun di setiap kabupaten/kota melalui jaringan Alfamart. Kata Danny, bagi pelaku UMKM yang belum memiliki usaha, ilmu manajemen ritel moderen ini bisa dipakai dari sisi cash flow hingga cara pengkategorian dan pemilihan barang di toko.

Danny mencatat, data per 31 Juli 2017, di NTB tercatat sekitar 1.700 orang member pedagang binaan Alfamart melalui program Store Sales Point (SSP). Dari data ini, 110 orang di antaranya berada di Lobar.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Moh.Taufiq usai membuka pelatihan menyatakan, pihaknya sudah harus terlibat di dalam pemanfaatan tekhnologi informasi. Suka tidak suka katanya, masalah bertransaksi dan berinteraksi saat ini harus memanfaatkan tekhnologi.

“Ini perlu diperkenalkan kepada pelaku IKM kita, supaya jangan menjual produk hanya dengan cara manual,” katanya.

Sekda juga menghimbau pelaku UMKM di Lobar supaya jangan kalah bersaing dengan daerah-daerah lain, padahal mutu dan kualitas produk Lobar tidak kalah dengan daerah lain. Cuma kalah di marketing. Ke depan Sekda berharap, Alfamart tidak hanya menjual produk dari luar, tapi menjual produk yang datang dari asli Lombok Barat. Hal tersebut disampaikan di hadapan Kepala Disperindag Lobar, H.Agus Gunawan serta seluruh peserta pelatihan.

Salah satu peserta pelatihan, Komariah mengaku, selama ini dia memasarkan produknya secara offline. Dengan adanya penjualan online yang difasilitasi Disperindag Lobar bekerjasama dengan ritel moderen, maka sangat membantu UMKM memasarkan produknya.

“Kalau berproduksi masih bisa, tapi kalau susah memasarkannya, ya untuk apa,” kata ibu yang tetap eksis memproduksi usaha kripik (bonggol pisang, red.). (LPA/hum)