Peduli Hutan, TNI bersama Mahasiswa dan Pelajar Tanam Pohon di Hutan Parado

1216
Wadan Ramil 1608-07/Monta Kapten Inf Iswan bersama Mahasiswa dan pelajar melaksanakan penghijauan, Minggu (11/2/2018).

Bima, Warta NTB – Maraknya aksi penebangan hutan secara liar yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyebabkan hutan di sekitar Dam Pela-Parado rusak lebih-ilebih di pinggir gutan yang sudah terlihat gundul.

Mengantisipasi terjadinya kerusakan hutan lebih parah, Koramil 1608-07/Monta bersama Himpunan Mahasiswa Mataram (HMM), Pramuka SMPN 1 Monta dan SMP 1 Wijaya serta Karang Taruna Desa Pela Kecamatan Monta Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan Penghijauan di sekitar lokasi Dam Pela-Parado, Minggu (11/2/2018).

Usai penanaman pohon, Wakil Danramil (Wadan Ramil) 1608-07/Monta Kapten Inf Iswan menyampaikan, penanaman pohon disekitar Dam Parado, Desa Pela, Kecamatan Monta dilaksanakan dalam mengantisipasi kerusakan hutan yang lebih parah mengingat pohon-pohon besar di sekitar Dam sudah mulai sedikit bahkan tidak ada akibat penebangan pohon secara liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Iswan mengatakan, jumlah pohon yang ditanam disekitar areal hutan Dam Pela-Parado sebanyak 500 pohon yang terdiri dari pohon Slimakama dan Mahoni.

“Sekitar 500 pohon yang kami tanam bersama para Mahasiswa dan adik-adik Pramuka dari SMP dan Karang Taruna Desa setempat dengan jenis pohon Slimakama dan Mahoni,” terang Iswan.

Wadan berharap, ada kesadaran masyarakat untuk mencegah kerusakan hutan dengan tidak menebang hutan tanpa izin pihak berwenang.“Semoga reboisasi dimusim hujan ini, semua pohon yang kami tanam bisa hidup dan tumbuh besar yang dapat memberikan manfaat untuk kita bersama,” harapnya.

Sementara di tempat terpisah, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. Dandim 1608/Bima mengatakan, hutan di Pulau Sumbawa khususnya di wilayah Bima sudah terlihat gundul dan harus dilaksanakan reboisasi.

“Hutan kita dibeberapa titik sudah mulai terlihat gundul akibat penebangan hutan secara liar yang dilakukan oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan berakibat fatal bagi kita semua,” kata Dandim.

Menurutnya, tindakan yang harus dilakukan yakni penanaman kembali pohon-pohon yang dapat menyimpan air sehingga hutan kembali terlihat hijau dan subur.

Mantan Komandan Secata Rindam IX/Udayana ini berharap, setelah dilakukan reboisasi agar secara bersama-sama menjaga keutuhan hutan  dari para penebang pohon secara liar. Ia juga menghimbau agar para pelaku illegal logging sadar dan tidak lagi melakukan perbuatan yang dapat merusak hutan karena sanksi hukumnya sangat berat. (WR-02)