Panglima TNI: TNI International Marathon Akan Jadi Event Tahunan HUT TNI

893
Ribuan peserta meramaikan TNI International Marathon 2018 yang diselenggarakan jajaran TNI di Kawasan Ekononi Khusus Mandalika Pantai Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.

MATARAM, Warta NTB – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P melepas ribuan peserta lomba TNI International Marathon 2018 yang diselenggarakan jajaran TNI di Kawasan Ekononi Khusus (KEK) Mandalika Pantai Kuta Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (4/11/2018).

Saat melepas peserta Panglima TNI didampingi istri dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E M.M dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna S.E M.M.

Usai melepas para peserta, kepada sejumlah media, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, lomba TNI International Marathon akan menjadi event tahunan dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun TNI.

Menurutnya, pemilihan lokasi acara di Mandalika telah dibahas dan diputuskan pihak panitia jauh sebelum terjadinya musibah gempa bumi Lombok beberapa bulan lalu. Bahkan jadwal pelaksanaan sempat tertunda sekitar sebulan, karena masyarakat NTB sedang dalam kondisi berduka.

“Sehingga rencana awal tanggal 23 September, akhirnya kita rubah dan baru bisa kita dilaksanakan saat ini. Hal ini sempat kami bahas ketika bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Australia di Hawaii,” jelas Marsekal Hadi Tjahjanto.

Saat itu sambung Panglima TNI, diminta kepada Angkatan Bersenjata Australia untuk mengirimkan sejumlah pelarinya untuk mengikuti berkompetisi TNI International Marathon di Madalika Lombok-NTB.

Ribuan pelari dari dalam dan luar negeri mengapresiasi keramah-tamahan masyarakat hingga suksesnya penyelenggaraan event ini.

“Jadi, meski masih dalam suasana berduka, namun masyarakat Lombok siap menerima kunjungan para wisatawan, bahkan mampu menggelar event berskala internasional tersebut,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI memaparkan, penentuan lokasi untuk lomba TNI International Marathon tahun berikutnya akan dikombinasikan dengan potensi objek wisata yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk lokasi penyelenggaraan tahun depan, nanti kita akan lihat dan bahas bersama. Kalau lokasinya bagus, bisa saja diselenggarakan di Komodo atau Raja Ampat, atau daerah destinasi wisata lainnya untuk turut mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia,” sebut PanglimaTNI. (WR)