Mendikbud RI dan TNI Gelar Asistensi dan Bela Negara di Kota Bima

522

KOTA BIMA, Warta NTB – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersama TNI AD dalam hal ini Kodim 1608/Bima menggelar Upacara Pembukaan Latihan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara Bagi Siswa SMP di lapangan PU Kota Bima, Kamis (22/8/2019).

Kegiatan dihadiri Wakil Walikota Bima Feri Sofyan S.H. Paban II/Puanter Sterad Kolonel Kav Prince Meyer P, Kasubdit Peserta Didik direktorat SMP Kemendikbud Maulani Mega Apsari S.I.P, MA, Kasi Kepribadian Subdik Peserta Didik Direktorat SMP Kemendikbud Harnowo Susanto M.Ed.

Hadir pula Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Kapolres Bima Kota diwakili oleh Kabag Sumda AKP Munir, Kapolres Bima AKBP Bagus Satria Wibowo. Sekda Kota Bima H.M Landa, Kakesbang Kota Bima H.M. Fatoni, tokoh agama Ustad Gunawan, jajaran perwira Kodim 1608/Bima dan FKPD Kota dan Kabupaten Bima.

Dalam upacara pembukaan melibatkan 500 peserta yang berasal dari pelajar SMP negeri dan swasta se-Kota dan Kabupaten Bima serta guru pendamping.

Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Kasubdit Peserta Dididik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Maulani Mega Apsari dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra serta Komandan Upacara Danramil Woha Sukahar dan Perwira Upacara Kapten Inf Ahmad.

Dalam amanatnya Kasubdit Peserta Dididk Kemendikbud RI Maulani Mega Apsari mengatakan, Bela Negara adalah bentuk kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembelaan Negara bukan semata-mata tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi segenap warga Negara sesuai kemampuan dan profesinya.

“Bela Negara jika secara fisik dilakukan dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non fisik dapat didefinisiskan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan cara meningkatkan rasa Nasionalisme, yakni menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan Negara,” katanya

Lebih lanjut, Mega Apsari menjelaskan, Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negar merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi siswa Sekolah Menengah Pertama.

“Tujuannya, untuk menanamkan rasa tanggungjawab di hati siswa dan guru untuk tetap setia, cinta dan patuh terhadap Pancasila dan UUD 1945 dan menjunjung nilai santun, mulia dan peduli,” jelasnya.

Pembukaan latihan asistensi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh inspektur upacara. Peserta akan mengikuti kegiatan asistensi selama satu hari, diawali dengan upacara, kemudian pembekalan tentang materi wawasan kebangsaan yang berlangsung di Gedung Seni Budaya, dan dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu latihan fisik di Kompi A Yonif 742 Jatiwangi. (WR-Man)