Maresahkan, Tiga Terduga Pelaku Pencurian Ternak di Bima Ditangkap, Dua di Antaranya Pelajar

1216
Ketiga terduga pelaku yang ditangkap personel Polsek Ambalawi, Polres Bima Kota, Sabtu (19/12/2020).

KOTA BIMA, Warta NTB – Tida terduga pelaku pencurian ternak yang meresahkan masyarakat wilayah Kecamatan Sape, Lambu dan Wera, Kabupaten Bima ditangkap personel Polsek Ambalawi, Polres Bima Kota, Sabtu (19/12/2020).

Mirisnya, dari tiga terduga pelaku terdapat dua orang yang masih berstatus pelajar dan masih di bawah umur. Mereka adalah RA (35) seorang sopir dan dua orang pejar yang  masih dibawah umur, yakni FI (13) dan PI (13). Ketiganya merupakan warga Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

AKBP Haryo Tejo Wicaksono, S.IK mengungkapkan, pencurian itu terungkap dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada sebuah truk yang mengangkut hewan curian yang meintas di jalan Ambalawi.

Dari informasi itu, personel Polsek Ambalawi memberhentikan truk itu tepat di depan Polsek Ambalawi, namu sopir enggan berhenti sehingga dilakukan pengejaran oleh anggota Polsek Ambalawi.

“Terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan polisi, namun mobil truk tersebut berhasil dihadang dan dihentikan polisi di  Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi,” kata Kapolres, Minggu (20/12/2020).

Dijelaskan Kapolres, saat dilakukan pengejaran, di tengah jalan para pelaku sempat membuang barang bukti berupa satu ekor sapi jantan warna coklat yang sudah disembelih.  

“Ketiga pelaku yang ditangkap adalah RA sopir truk, kemudian FI dan PI yang satatusnya masih pelajar dan masih di bawah umur,” jelasnya.

Selain mengamankan ketiga terduga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti seperti satu unit mobil truk kayu bak hitam dengan nomor polisi EA 8407 X, satu ekor sapi jantan warna coklat yang belum diketahui pemiliknya, sebilah pisau dan satu buah tombak.

Kapolres menyebutkan, ketiga pelaku diduga kerap melakukan aksi pencurian ternak dan meresahkan masyarakat Sape, Wera dan Ambalawi. Dan modus mereka adalah dengan cara menyembelih kemudian mengambil dagingnya untuk dijual ke pasar sekitar Kota Bima.

“Tidak menutup kemungkinan, prediksi kami para pelaku mempunyai banyak komplotan pencurian ternak baik dari Kecamatan Ambalawi dan Wera,” ungkapnya. (WR-02)