KPU Provinsi NTB Gelar Bimtek e-Procurement Logistik Pemilu 2019

927

MATARAM, Warta NTB – KPU Provinsi NTB menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Logistik e-Procurement dan Distribusi Logistik Pemilu 2019, Rabu (10/10/2018).

Peserta Bimtek terdiri dari Divisi Logistik, Kasubbag Umum, PPK, Pejabat Pengadaan dan Bendahara KPU kabkota se NTB, dengan narasumber dari KPU Provinsi NTB, Biro Logistik KPU RI dan Kejaksaan Tinggi NTB.

Ketua Divisi Logistik KPU Provinsi NTB Hesty Rahayu ketika membuka acara mengatakan, pengadaan dan distribusi Logistik merupakan tahapan kritis dalam tahapan pemilu.

“Karena itu, penanganan logistik sejak pengadaan sampai pendistribusiannya hingga ditarik kembali ke kab/kota harus ditangani secara serius,” katanya.

Ditambahkan, saat ini beberapa jenis logistik pemilu 2019 khususnya kotak suara sudah proses pengadaan dan pelelangan. Bahkan di beberapa Provinsi kotak dan bilik ini sudah mulai terdistribusi untuk kabupaten/kota. Karena itu KPU Kab/kota harus segera menyiapkan sarana gudang logistik yang dilengkapi dengan pallet.

Terkait dengan distribusi logistik, Hesty Rahayu mengingatkan bahwa kita masih mempunyai 68 daerah sulit. Ini membutuhkan mekanisme pengelolaan dan pendistribusian yang baik.
Bila perlu ada SOP distribusi logistik yang mengatur prioritas distribusi ke daerah sulit terlebih dahulu.

“Disamping itu ada pula daerah yang belum teraliri listrik. Hal ini harus diantisipasi dalam pengelolaan logistik agar tudak salah jumlah dan salah sasaran,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya memberikan perhatian khusus kepada KPU Kab. Lombok Utara yang baru saja dilanda bencana gempa.

“KPU KLU harus segera memastikan dimana posisi gudang logistiknya, karena tidak lama lagi kotak suara akan didisitribusi ke NTB termasuk KLU,” ungkapnya.

Mars Ansori menbahkan, KPU se indonesia juga telah memberikan donasi kepada KPU KLU. Dana tersebut agar segera direncanakan pemanfaatannya terutama untuk pembuatan kantor sementara.

“Kami minta agar RAB nya segera dibuat ahar dana tersebut segera kami turunkan,” pinta Mars Ansori. (WR)