Koramil Monta Gelar Nonton Bareng Film G30S/PKI

1013

Bima, Wartantb.com – Komando Rayon Militer (Koramil) 1608-07/Monta menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film gerakan pemberontakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Acara yang berlangsung di halaman kantor Pos Giro Tangga Monta, Sabtu (23/9/2017) malam atusias dihadiri ratusan warga Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB.

Bamil Koramil 1608-07/Monta, Serma Abdul Salam yang ditemui di lokasi Nobar mengatakan, pemutaran film G30S/PKI bertujuan untuk mengingatkan kembali sejarah kelam bangsa Indonesia terhadap gerakan pemberontakan yang dilakukan Paratai Komunis Indonesia tahun 1965.

“Nobar dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat lebih khusus generasi muda sekarang agar mengingat sejarah, bagaimana tragedi kelam yang dialami oleh bangsa Indonesia terhadap pemberontakan PKI,” katanya.

Dengan adanya pemutaran film gerakan penghianatan PKI diharapkan dapat membangkitkan semangat patriotisme dan kecintaan generasi muda terhadap tanah air, bangsa dan negara. “Tidak ada ideolagi lain apalagi ideologi PKI yang dapat tumbuh dan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia selain Ideologi Pancasila,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemutaran film G30S/PKI dilakukan oleh seluruh jajaran TNI mulai dari pusat hingga daerah atas perintah Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Sedangkan untuk wilayah Koramil Monta pemutaran film yang sama akan dilakukan di tiga titik, yaitu di halaman Kantor Pos, di Desa Tolouwi wilayah Monta Dalam dan Kecamatan Parado.

“Insya Allah rencananya besok akan dilakukan di Monta Dalam dan untuk Kecamatan Parado akan dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 30 September,” tuturnya.

Di tempat yang sama tokoh pemuda, Aeman, S.Pd sekaligus ketua BPD Desa Tangga mengaku antusias dan mendukung kegiatan pemutaran film G30S/PKI yang dilakukan oleh TNI.

“Melalui film ini, kita mengingat sejarah lebih-lebih bagi generasi muda bagaimana gerakan penghianatan PKI terhadap bangsa kita dengan melihat film tersebut generasi muda akan mengetahui bahwa ideologi PKI tidak boleh tumbuh dan berkembang di negara kita,” katanya.

Terkait pro kontra pemutaran film G30S/PKI antara boleh dan tidak? Ia berharap film tersebut diputar tiap tahun. “Agar kita tidak melupakan sejarah, kami berharap film ini dapat diputar tiap tahun di tempat-tempat keramaian warga. Buktinya warga cukup antusias menyaksikan film tersebut,” tutup pria yang dikenal ramah ini. (WR-02)