Kompak Bisnis Sabu, Pasutri di Sape Naru Diciduk Tim Opsnal

1027

KOTA BIMA, Warta NTB – Entah didasari kebutuhan ekonomi atau karena bisnis yang narkoba menggiurkan hasilnya, Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Bima ini, akhirnya rela mendekam di jeruji sel tahanan Polres Bima Kota.

Sebut saja HR dan SL, pasutri asal Desa Naru, Kecamatan Sape Kabupaten Bima diciduk Tim Opsnal Sat Resnarkoba, sebagai penjual dan berbisnis barang haram narkoba jenis sabu.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Narkoba Iptu Thamrin, Selasa (14/9/2021) mengatakan, pengungkapan sekaligus penangkapan Pasutri ini, berawal dari informasi masyarakat, dimana keduanya berjualan sabu-sabu.

Atas informasi dan hasil penyelidikan, keduanya pun ditetapkan sebagai target operasi penangkapan karena keduanya diniai telah melanggar UU RI NO. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Tim Opsnal mengungkap dan menangkapnya.

Iptu Thamrin menjelaskan penangkapan pasutri ini dilakukan Tim Opsnal di rumahnya sekitar pukul 15.30 WITA, Senin (13/9/2021) sore kemarin.

“Pasutri ini diciduk di rumahnya dengan sejumlah barang bukti sebagai penguat keduanya memang terlibat jual edar narkotika jenis sabu,” ujarnya.

Mantan Kasat Narkoba Polres Dompu ini mengatakan, dari kedua tersangka didapatkan barang bukti berupa 12 poket plastik klip bening yang di dalamnya berisi serbuk kristal putih diduga sebu.

“Setelah ditimbang diketahui barang bukti tersebut berat brutto : 3,73 gram dengan berat bersih 1,24 gram,” sebutnya.

Selain barang bukti sabu tambahnya, petugas juga menyita barang bukti penyerta seperti 1 bungkus platik klip bening, 2 buah sendok pipet, 2 buah isolasi, 1 buah gunting, 1 buah silet, 1 buah tas warna cokelat, 1 buah plastik nabati, 1 buah kotak plastik, 1 buah hp samsung hitam dan1 buah plastik kresek hitam.

Dari hasil interogasi singkat keduanya mengakui barang bukti sabu-sabu yang dijualnya, didapatkan dari seorang wanita berinisial HJ, namaun saat dilakukan penangkapan terhadap HJ mendapat perlawanan dan penolakan dari masyarakat setempat.

“Saat itu warga setempat bereaksi dan menolak saat HJ ikut diamankan. Hingga terjadi pelemparan, meski kami dibackup Polsek Sape dan Intelmob Kompi Sape,” jelasnyam

Demi kondusif situasi Kamtibmas, pihaknya urung membawa serta HJ, tetapi dengan catatan kata Kasat, yang bersangkutan wajib lapor dan menghadap di Mako Polres Bima Kota.

“Sementara dua pelaku yang berstatus suami istri ini, telah diamankan untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,” pungkasnya. (WR-02)