Keren! PKK NTB Buka Kelas Gizi

1063
Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi bersama seluruh pengurusnya akan mengadakan Kelas Gizi yang melibatkan pelajar SMA sebagai pesertanya.

MATARAM, Warta NTB — PKK Provinsi NTB tak henti-hentinya berinovasi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam mensosialisasikan program kerjanya.

Kali ini ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi bersama seluruh pengurusnya akan mengadakan Kelas Gizi yang melibatkan pelajar SMA sebagai pesertanya. Rencananya kelas gizi ini akan dilaksanakan mulai Maret sampai Juni mendatang.

Beberapa hal yang disampaikan oleh ketua TP PKK saat membuka simulasi penyampaian materi kelas gizi di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at (2/3/18) antara lain terkait materi yang akan diajarkan, dimana akan ada tiga materi yang disampaikan.

Materi pertama akan mengulas bagaimana mereka menjadi remaja atau anak muda yang sadar gizi dalam rangka mempersiapkan diri menjadi orang tua dengan kesadaran gizi yang cukup untuk membentuk keluarga yang sehat dan anak-anak yang cerdas dan kuat.

Kedua, membahas tentang pendewasaan Usia Perkawinan dan yang ketiga adalah mengenai Kesehatan reproduksi yang kita kaitkan juga dengan HIV / Aids serta penjelasan akan pentingnya memeriksakan kesehatan jelang pernikahan.

Hj. Erica juga menyampaikan informasi mengenai keadaan kesehatan remaja maupun calon ibu yang kurang mereka perhatikan.

“Saya mendapat data banyak remaja perempuan dan calon ibu yang mengalami anemia atau kurang darah, saat mereka mengandung dan melahirkan, generasi yang dihasilkan pun itu akan kurang maksimal. Karena itu kita ajarkan mereka memilih dan mengolah makanan agar nutrisinya terjaga dan tercukupi, sehingga mereka terhindar dari anemia tadi,” ujar Hj. Erica.

Karena sasaran PKK kali ini adalah anak-anak remaja, Hj. Erica berharap materi yang akan disampaikan bisa singkat dan padat serta dikemas dengab penyampaian yang menarik.

“Pada penyampaian materi juga akan disertakan pemutaran video dari dinas kesehatan tentang dampak sosial dari perkawinan yang terlalu dini pada remaja,” tutup Hj. Erica. [WR/H]