Kepala SMPN 1 Parado Meminta Orang Tua Kurangi Pemanfaatan Tenaga Anak Didik

361
Kepala SMPN 1 Parado Taufik, S.Pd M.Pd

BIMA, Warta NTB – Meski segala fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan telah disiapkan oleh pemerintah, tetapi masih banyak masalah yang timbul sebagai akibat dari melemahnya pendidikan.

Hal itu disampaikan Kepala SMP Negeri (SMPN) 1 Parado Taufik, S.Pd M.Pd karena melihat adanya kecenderungan sebagian besar orang tua murid yang memanfaatkan penggunaan tenaga anak dalam memenuhi kebutuhan keluarga dari pada kepentingan anak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang memerlukan waktu yang cukup.

“Ada anggapan sebagian besar orang tua bahwa anak merupakan tenaga kerja yang sewaktu-waktu dapat dibutuhkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga. Hal ini banyak berlaku di kalangan masyarakat petani dan nelayan yang dilatarbelakangi oleh pendidikan yang rendah,” katanya saat ditemui wartawan, Kamis (21/1/2021).  

Taufik mengatakan, sikap terhadap pendidikan merupakan suatu tanggapan atau respon orang tua terhadap pentingnya pendidikan. Bila respon orang tua terhadap pentingnya pendidikan untuk masa depan anak mereka sangat positif, maka dapat dipastikan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak di sekolah juga tinggi, demikian sebaliknya.

“Hal ini dikarenakan anak usia sekolah khususnya siswa SMP masih dalam masa pencarian dan pembentukan identitas diri anak terhadap dunia dan lingkungannya. Saat ini anak usia SMP mulai bersosialisasi dengan baik untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan dan masyarakat sekelilingnya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Taufik, pada masa ini dituntut perhatian yang sungguh-sungguh dari orang luar dirinya, utamanya dari orang tuanya agar seluruh aspek yang terlibat dalam proses pembentukan identitas diri dapat berlangsung secara utuh dan tidak memanfaatkan tenaga anak supaya anak tetap fokus pada proses belajar.

“Pendidikan di sekolah merupakan proses yang dapat melengkapi seluruh aspek kebutuhan dalam pembentukan kepribadian anak dibandingkan dengan pendidikan keluarga, maka siswa sangat rentan tidak mendapatkan materi belajar yang memadai jika tidak hadir secara penuh,” terangnya.

Oleh karena itu, Taufik berharap agar para orang tua atau wali murid tidak memanfaatkan tenaga anak didik dalam bekerja baik bertani maupun nelayan.

“Kami harap orang tua tidak memanfaatkan tenaga anak dalam berkerja karena pendidikan sangat menentukan nasib anak dan masa depan mereka,” harapnya. (WR-Zal/Budi)