Kabupaten Bima Raih Juara Terbaik Pertama PPD NTB

448
Sekda Kabupaten Bima Drs. HM.Taufik HAK, M.Si menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (4/4/2019).

BIMA, Warta NTB – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Kabupaten Bima berhasil menyabet prestasi terbaik pertama pada  Lomba Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) NTB tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ka Bappenas RI Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro kepada Sekda Kabupaten Bima Drs. HM.Taufik HAK, M.Si di hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (4/4/2019).

Tahun ini, terdapat tiga kabupaten dan satu kota yang memiliki rencana terbaik bagi pembangunan daerah, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Berat dan Kota Mataram.

Penghargaan tersebut diserahkan pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) 2019 tingkat provinsi NTB yang tahun ini diikuti seluruh kepala OPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sejumlah Dirjen di Kementerian Dalam Negeri dan ESDM, Sekda NTB, Walikota Mataram, Bupati KSB, Bupati Lombok Barat, Ketua TP PKK NTB, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan kepala desa.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB menandatangani kesepakatan bersama dengan bupati/walikota untuk menyelaraskan program pembangunan seperti mitigasi bencana, penanganan sampah melalui zero waste, revitalisasi posyandu, penanganan kemiskinan dan pembangunan desa wisata.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap Musrenbang ini menjadi forum untuk menyelaraskan program hingga ke tingkat desa.

Hal ini diperlukan untuk mewujudkan Visi NTB Gemilang dengan enam visi yang telah ditetapkan yaitu, NTB Tangguh dan Mantap, NTB Bersih dan Melayani, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Asri dan Lestari, NTB Sejahtera dan Mandiri, NTB Aman dan Berkah.

“Pembangunan di Pulau Lombok akan menggunakan pendekatan Lombok Eco City Island dengan menggunakan anggaran dari pusat dan luar negeri. Sedangkan pulau Sumbawa, menggunakan pendekatan Ecozone dengan menggunakan anggaran daerah,” tandasnya. (WR-Man)