Jembatan Putus, Koramil 1608-05/Donggo Bantu Warga Seberangi Sungai

952
Anggota TNI Koramil 1608-05/Donggo dipimpin Danramil Donggo Kapten Inf Muhammad turun langsung membantu warga yang kesulitan menyeberangi sungai.

Bima, Warta NTB – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Bima, Kamis (16/2/2018) menyebabkan sejumlah kecamatan terendam banjir, bahkan akibat banjir tersebut sebuah jembatan di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi putus.

Dengan putusnya jembatan yang menjadi salah satu akses utama ini menyebabkan transportasi warga dari Desa Kananta ke desa-desa lain terganggu. Namun, bagi warga yang memiiki kepentingan terpaksa harus menyeberangi arus sungai.

Melihat kesulitan yang dihadapi warga, anggota Koramil 1608-05/Donggo dipimpin Danramil Donggo Kapten Inf Muhammad turun langsung membantu warga yang kesulitan menyeberangi sungai.

“Kami bersama anggota Koramil mengecek langsung kondisi jembatan putus,” ungkap Muhammad.


Menurutnya, selain melakukan pengecekan jembatan putus, ia bersama anggotanya pun membantu warga menyeberangi sungai akibat jembatan putus.

Muhammad menambahkan, Ia bersama Kepala Desa setempat dan PT. Bungaraya Kabupaten Bima melaksanakan koordinasi untuk pembuatan jalan alternatif melewati persawahan warga yang sudah ditanami padi.

Di tempat terpisa Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. memberikan apresiasi kepada Danramil dan anggotanya.

“Terimakasih Pak Danramil Donggo yang telah sigap melihat kondisi di wilayahnya dan langsung turun untuk mengecek dan mambantu kesulitan masyarakatnya”, kata Bambang.


Ia melanjutkan, berdasarkan laporan dari Danramil rencananya akan dibuatkan jalan alternatif lewat sawah. Namun kata Bambang, masih dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Apabila rencana pembuatan jalan alternatif itu sudah positif, insya Allah nanti kita kerahkan personel untuk membantu mengerjakannya sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Bima bersama BPBD Kabupaten Bima tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita dengan membawa bantuan untuk masyarakat setempat yang terkena musibah. (WR-02)