Jalan di Tanjakan Alberto Senggigi Longsor, Polisi Beri Tanda Peringatan

365
Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Rita Yuliana, S.IK MM

LOMBOK BARAT, Warta NTB – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi, Jumat (5/2/2021) menyebabkan terjadinya tanah longsor pada ruas jalan dan pembatas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 04.30 Wita, tepatnya di tanjakan Cafe Alberto, Dusun Batubolong, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Maka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat musibah tanah longsor tersebut, jajaran Polsek Senggigi dan Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Barat langsung terjun ke lokasi untuk memberikan tanda peringatan kepada pengguna jalan yang melintas.

Kapolsek Senggigi, Kompol Bowo Tri Handoko, SE S.IK mengatakan, pihaknya yang mengetahui peristiwa langsung terjun ke lokasi untuk memantau dan pengecekan lokasi.

“Personel kami langsung melakukan pengamanan lokasi menggunakan trafic cone dan tali, serta menghimbau warga masyarakat sekitar untuk tidak berada maupun beraktivitas mengambil photo di sekitar lokasi tebing,” ungkapnya.

Menurutnya, ini sangat membahayakan, mengingat kondisi tebing yang sangat rawan ambruk sehingga jajarannya tetap melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

“Dinding batu atau talud tebing tersebut rusak sampai dengan trotor dan aspal jalan raya juga ikut amblas, adapun lebar tanah yang longsor sepanjang kurang lebih 45-50 meter,” ujarnya.

Mengingat jalur ini merupakan salah satu jalur vital dan cukup ramai dilalui pengguna jalan, sehingga jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Barat ikut terjun ke lokasi untuk melakukan pencegahan dan penanganan.

Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Rita Yuliana, S.IK MM di lokasi mengatakan, jajarannya diturunkan untuk memastikan jalan di Lokasi Longsor ini tetap aman dilalui pengendara.

“Dari jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Lobar melakukan upaya untuk memastikan lokasi longsor ini tetap aman dilalui pengendara,” ungkapnya.

Iptu Rita mengakui, terkait musibah ini tidak ada pengalihan arus yang dilakukan, melainkan melakukan pengamanan di lokasi ini dan memberikan imbauan dan peringatan di beberapa titik.

“Himbauan tidak hanya di Lokasi longsor, himbauan juga dipasang di Simpang Empat Montong atau akses masuk ke Wilayah Senggigi. Peringatan berupa jalan Raya Senggigi rawan longsor,” ungkapnya.

Selain itu kata Rita, personelnya  juga memasang himbauan di titik sebelum tanjakan Alberto Senggigi, sedangkan di Lokasi Longsor dilakukan pemasangan himbauan, Police Line, Traffic Cone, sebagai peringatan kepada para pengguna jalan.

“Menurut informasi bahwa longsor ini diperkirakan terjadi pada pukul 04.30 Wita, sedangkan untuk jalan di sekitar lokasi longsor, masih bisa dilalui. Dalam hal ini, hanya satu jalur yang dapat dilalui, sedangkan jalur lainnya diberikan pembatas dan dipasang tanda peringatan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal lain yang mungkin saja terjadi, Iptu Rita mengaku pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan Polsek Senggigi dalam melakukan kegiatan pengamanan di sekitar lokasi longsor dan mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor atau melakukan kegiatan foto selfi di lokasi.

“Masyarakat diimbau agar tidak melakukan selfi-selfi di lokasi dan untuk pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan ini,” pungkasnya. (WR-02)