Ini Penjelasan Kabid PAUDNI Tentang Delapan Standar Akreditasi PKBM dan PAUD

2457
Kabid Paudni dan Dikmas Dikbudpora Kabupaten Bima Drs. Chairunnas, M.Pd (Foto: Fb)

BIMA, Warta NTB – Sebanyak 246 lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kabupaten Bima mengikuti kegiatan bimbingan pemetaan mutu dalam menghadapi akreditasi lembaga yang digelar Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Kamis (30/5/2019).

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. Chairunnas, M.Pd mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta calon akreditasi melalui kegiatan pemetaan mutu.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menunjang dan sebagai bentuk tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) kami selaku penyelenggara Non Formal atau Pendidikan Luar Sekolah (PLS),” kata pria yang akrab disapa Dae Ko’o ini.

Dae Ko’o menjelaskan, adapun delapan standar yang harus dipenuhi lembaga PKBM dan PAUD dalam menghadapi akreditasi yakni standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar pendidik dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.

“Kalau delapan standar itu sudah terpenuhi, maka tinggal menunggu hasil penilaian yakni akreditasi, A, B atau C,” ungkapnya.

Dae Ko’o berharap kepada para pengelola lembaga baik lembaga PKBM maupun PAUD agar memanfaatkan momen pengajuan akreditasi dengan sebaik-baiknya. “Manfaatkan moment pengajuan akreditasi ini dengan sebaik-baiknya karena ini semua dilaksanakan untuk menjemput anggaran berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ida Nurhaidah, SE salah satu dari tim verifikator yang ditemuai di tempat tersebut mengatakan, tugas dari tim verifikator adalah melakukan verifikasi data yang telah diinput dalam Dapodik yang nanti akan menjadi syarat untuk pengajuan akreditasi.

“Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan delapan satandar bagi PKBM dan PAUD yang ada di Kabupaten Bima, kemudian yang memiliki kekurangan akan dilengkapi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Syahbudin, A.Ma  salah pengelola TK Wadu Pa,a mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut sangat bermanfaat  bagi pengelola PKBM, TK dan PAUD dalam memahami cara pengisian instrumen pemetaan mutu yang nantinya akan digunakan sebagai bahan akreditasi lembaga masing-masing.

“Para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan ini karena akan menambah pengetahuan para pengelola lembaga dalam memahami tata cara pengisian instrumen yang dibutuhkan untuk pengajuan akreditasi,” ungkapnya.  (WR-Man)