Hujan Tak Kunjung Turun, Warga Parado Laksanakan Shalat Istisqa

1346
Shalat sunah yang dilaksanakan untuk meminta turunnya hujan ini dilakukan warga Parado karena hujan di daerah tersebut hingga kini belum juga menentu bahkan tak kunjung turun.

Bima, Wartantb.com – Ratusan warga Desa Parado Rato, Kecamatan Parado melaksanakan shalat Istisqa di So Lancanga, Desa Parado Rato, Senin, (23/1/2017).

Shalat sunah yang dilaksanakan untuk meminta turunnya hujan ini dilakukan warga Parado karena hujan di daerah tersebut hingga kini belum juga menentu bahkan tak kunjung turun.

Jamal salah satu warga Desa Prado Rato mengatakan, pada musim hujan tahun ini ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Biasanya Parado dikenal dengan daerah hujan. Namun pada musim hujan tahun ini tidak menentu bahkan tidak turun sama sekali.

“Atas fenomena ini warga melaksanakan shalat Istisqa berdo’a dan bermunajat kepada Allah agar diturunkan hujan,”  jelasnya.

Dikatakan, sejak musim penghujan tercatat sudah tiga kali warga melaksanakan shalat Istisqa.

“Pertama dilaksanakan di So Lancanga dan yang kedua di So Nggaro Ompu Maju dan yang ketiga, hari ini kembali dilaksnakan di So Lancanga,” ungkapnya.

Baca Juga : Warga Sie Boikot Jalan Meminta Pelaku Perladangan Liar Ditindak

Jamal juga menjelaskan, ketika hujan tidak menentu diperkirakan akan terjadi paceklik di Kecamatan Parado karena hingga hari ini para petani belum berani menanam.

“Untuk petani ladang dan kebun sudah ada yang menanam jagung tetapi sebagian tanaman ada yang mati, sedangkan petani sawah belum ada yang berani menanam takut tidak ada hujan,” kata dia.

Dengan dilaksanakannya shalat Istisqa dan do’a bersama warga Parado berharap hujan segera turun.

“Semoga dengan  shalat Istisqa do’a kami diijabah oleh Allah dengan menurunkan hujan sebagai rahmat dan bukan sebagai pembawa bencana,” harapnya.

Acara yang dilaksanakan mulai pukul 10.00 Wita itu berlangsung khidmad dan dihadiri oleh  Camat Parado, Babinkantibmas, aparat desa, tokoh pendidikan, tokoh agama, ibu-ibu dan para siswa masing-masing sekolah di desa setempat. (W-02)